

Penutupan menutup rakor penguatan kapasitas pemahaman hukum bagi penyelenggara pemilihan tahun 2024 di Provinsi Papua Pegunungan yang digelar di Gedung GKI Betlehem Aithosa Wamena, Selasa (19/11). (FOTO: Denny/ Cepos)
Sambangi Wamena, Ketua KPU RI Minta Semua Berjalan Tanpa Masalah
WAMENA – Seminggu jelang Pilkada serentak untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan yang pertama serta bupati dan wakil bupati di 8 kabupaten, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Mochammad Afifudin melakukan kunjungan kerja sekaligus melihat kesiapan KPU provinsi dan kabupaten. Afifudin juga menutup rakor penguatan kapasitas pemahaman hukum bagi penyelenggara pemilihan tahun 2024 di Provinsi Papua Pegunungan.
Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin menyatakan, kedatangannya yang ke tiga kali ke Wamena Ibukota Provinsi Papua Pegunungan untuk memastikan persiapan KPU Provinsi dan kabupaten se wilayah ini. Pasalnya waktu pelaksanaan Pemilu tinggal seminggu karenanya kesiapan perlu lebih dimatangkan.
“Kami juga ingin melihat persiapan logistik, dan semua hal yang menunjang pelaksanaan pilkada serentak di Papua Pegunungan 27 November mendatang sehingga Pilkada di daerah ini berjalan dengan lancar, sukses tanpa kekurangan apapun,”ungkapnya saat ditemui di Gedung GKI Berlehem Aithosa Wamena Selasa (19/11) kemarin.
Dikatakan, untuk laporan yang diterima dari KPU Papua Pegunungan sendiri khususnya dalam pendistribusian logistik itu ada beberapa daerah yang memang secara teknis perlu upaya lebih karena akses membuthkan energi lebih seperti helikopter atau pesawat berukuran kecil.
“Jadi ada beberapa daerah yang pendistribusian logistiknya dibutuhkan kendaraan yang tidak biasanya atau tidak standar tidak seperti daerah lain, itu yang kita minta untuk segera di plotkan,”kata Afifuddin. Ketua KPU RI juga memastikan akan melakukan koordinasi dengan Wamendagri dan PJ Gubernur Papua Pegunungan untuk memfasilitas seluruh kebutuhan -kebutuhan yang perlu untuk didorong oleh KPU guna memenuhi pilkada serentak 2024.
Diharapkan semua jajaran KPU semakin ke depan semakin siap untuk menggelar pungut hitung. “Belajar dari pengalaman tentu kami berharap sebelumnya apa-apa yang pernah terjadi, katakanlah pengalaman yang tak mengenakan, konflik karena pemilu dan pilkada ini tak terulang lagi makanya kami memberikan perhatian khusus, memberikan penguatan ke jajaran agar melakukan koordinasi dengan pemda, dan keamanan, tokoh agama, tokoh adat agar semuanya bisa diantisipasi,”kata Afifuddin.
Ia menyatakan sampai dengan saat ini KPU merasa apa yang sudah disiapkan oleh jajaran KPU dari provinsi, kabupaten/kota sudah maksimal dan diharapkan semuanya bisa dijaga sampai pencoblosan. “Kami berharap masyarakat Papua Pegunungan datang beramai -ramai pada 27 November ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya dengan tanpa ada ketakutan, tekanan, dan diharapkan seluruh daerah termasuk wilayah ini,” jelasnya.
Pilkada adalah proses menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan mensejahtrahkan masyarakat dan juga menjadi bagian dari ritual demokrasi di Indonesia untuk memilih pemimpin terbaik yang ada di wilayah Provinsi Papua Pegunungan. Ditempat yang sama Komisioner KPU RI Divisi Hukum dan Pengawasan Iffa Rosita menyatakan sebagai anggota KPU harus memiliki kemampuan untuk mengkaji, menelaah, menganalisis dan menyimpulkan seluruh permasalah hukum yang ada.
Page: 1 2
Pemerintah Teheran kemudian mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Ketidaksenangan Trump mencerminkan harapan Washington…
Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, Presiden Prabowo telah memitigasi berbagai…
Mobil listrik Cello pun lahir sebagai salah satu prototipe yang cukup ambisius pada masanya. Secara…
Konflik di Timur Tengah yang disebabkan oleh serangan militer bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap…
Kapal yang dioperasikan perusahaan Safeen Prestige tersebut tiba-tiba mengalami ledakan hebat sebelum akhirnya tenggelam ke…
Penjelasan mengenai hal-hal yang membatalkan puasa Ramadan tersebut merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan…