Categories: PARIWARA

Happy Ending, Yahukimo Cetak Sejarah Pesta Demokrasi

Sementara bupati terpilih, Didimus Yahuli didampingi pasangannya, Esau Miram menyampaikan bahwa dari proses pendaftaran hingga proses terakhir semua berjalan dengan baik. Didimus menganalogikan sebuah pertandingan sepakbola dimana 90 menit waktu normal telah dilewati kemudian ada gugatan di Mahkamah Konstitusi  dianggap sebagai perpanjangan waktu 10 menit dan juga telah dilewati dan kini waktunya bekerja dan merangkul semua.

“90 menit sudah selesaikan di Dekai dan 10 menit kami selesaikan di MK sehingga KPU putuskan untuk kami kembali terpilih,” kata Didimus.

Ia menyebut bahwa ini bukan karena hebatnya ia dan Esau melainkan semua kehendak Tuhan. Tuhan menghendaki ia  dan pasangannya melanjutkan visi misi sebelumnya pada periode kedua ini.

“Kami juga melihat banyak hal seperti yang disampaikan Ketua KPU bahwa Yahukimo orang mengatakan red area atau zona merah namun kenyataannya?. Sejak dengan almarhum pak Abock dulu kami juga mengajarkan bagaimana cara berdemokrasi yang dewasa dan ketika itu pak Abock tidak membawa masalah ini ke MK sehingga kemenangan hari ini beda tipis dengan kemenangan periode lalu,” bebernya.

Dari proses ini ia melihat banyak hal positifnya  apalagi di Yahukimo untuk pemilunya hampir 90 persen pakai pesawat perintis dan luas daerah 3 kali lebih luas dari Jayawiaya kemudian medan berat dan cuaca berubah. Tapi selama Pemilu semua berjalan lancar dan tertib dan ini campur tangan Tuhan dan campur tangan banyak pihak. Didimus menambahkan bahwa secara kriminal bisa saja di Yahukimo masih tinggi namun Pilpres, Pileg dan Pilkada semua berubah drastis.

Wajah demokrasi Yahukimo kini berubah total. “Perolehan yang kami peroleh, ril nya seperti itu. Orang semua kuliah politik tanpa SKS, kesannya di Yahukimo itu maunya meledak, menyala tapi kami buktikan bahwa semua bisa adem ayem. Kami sedang kerjakan bagaimana mendidik politisi yang hebat untuk masa depan yang tidak semua harus berakhir dengan konflik. Kami harus berbenah,” tambahnya.

Ia juga bangga untuk semua kader baik kawan maupun lawan mengingat  dari beberapa proses Pemilu, ada hal positif yang sedang tumbuh.

“Saya juga ucapkan terimakasih kepada Komisioner KPU baik yang di PAW maupun yang masih menjabat. Terimakasih juga untuk sekretariat KPU dimana disana ada sekretaris dan jajarannya, ada stafnya sebab tanpa dukungan teknis tentu komisioner KPU juga tidak bekerja maksimal,” puji Didimus.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Total 527 Pasien yang Diduga Alami Keracunan MBG

dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes., mengatakan data tersebut mencakup warga yang mendapat pelayanan kesehatan, baik…

2 days ago

Butuh Tiga Tahun Lebih, Ribuan Artefak dan Rekaman Budaya Papua Akhirnya “Pulang”

   Ribuan objek yang berhasil dipulangkan mencakup, sekitar 1.000 unit artefak kehidupan sehari-hari dan ritual,…

2 days ago

Hentikan dulu Program MBG di Papua

Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Jayapura, tenaga kesehatan, TNI-Polri, serta masyarakat yang bergerak menangani…

2 days ago

Tolak Eksekusi Lahan, Warga Blokade Ruas Jalan Cenderawasih Mimika

Aksi pembakaran ban dan penutupan jalan dengan batang kayu ini dilakukan sebagai bentuk protes keras…

2 days ago

Bukan Berasal dari Menu Makanan, Melainkan Air yang Terkontaminasi Bakteri E. coli

Rama mengatakan BGN akan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG menyusul dua kejadian dugaan keracunan…

2 days ago

Pemprov Papua Selatan dan Kementrans Bahas Penyelesaian Masalah Tanah

Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan…

2 days ago