

Sekda Papua M Ridwan Rumasukun saat menyambangi salah satu stand di Festival Kopi Papua, Selasa (24/8) (FOTO: Elfira/Cepos)
JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua telah melakukan pemetaan terhadap potensi perekonomian berdasarkan wilayah adat. Sebagaimana wilayah adat Mamta memiliki karakteristik wilayah dataran rendah serta berada pada pesisir pantai dengan potensi ekonomi antara lain budidaya kopi, kelapa, cokelat, kelapa sawit serta sektor pariwisata.
Hal itu kata Sekda Papua M Ridwan Rumasukun memungkinkan usaha mikro, kecil, dan menengah. (UMKM) untuk bertumbuh sangat baik dalam hal perdagangan dan jasa pada wilayah adat tersebut.
Selanjutnya, komoditas kopi Papua yang membutuhkan perawatan serta kondisi geografis tertentu, memiliki potensi pengembangan pada wilayah Adat La Pago dan Mee Pago yang memiliki karakteristik geografis pegunungan.
“Hal ini yang menjadikan kopi Papua memiliki keunikan dan karakteristik khusus sebagai keunggulan komparatif yang telah dikenal pada tingkat mancanegara,” kata Sekda saat membuka Festival Kopi Papua di GOR Cenderawasih, Selasa (24/8).
Menurut Sekda, Papua memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembang sebagai wilayah terkemuka di Indonesia dan bahkan dunia. Potensi kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) sudah tidak terbantahkan lagi, dari mulai hasil pertanian, kelautan, kehutanan, hingga pertambangan yang ditunjang dengan letak geografis sebagai provinsi paling timur di Indonesia.
Sekda menyebut beberapa ragam komoditas kopi unggulan yang Papua miliki dan telah mendapatkan predikat specialty grade dari Specialty Coffee Association Indonesia (SCAI) adalah kopi Sabin, Tiom, Maksum, Abmisibil, Arbilest, Veneli dan Tangma.
“Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen untuk mewujudkan Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera yang Berkeadilan melalui penguatan dan percepatan perekonomian daerah sesuai potensi unggulan lokal dan pengembangan wilayah berbasis kultural. Hal ini juga searah dengan slogan perayaan kemerdekaan HUT RI ke-77 yang berbunyi “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”,” paparnya.
Menurutnya, pengembangan Provinsi Papua tidak lepas dari sinergi serta kerja keras kita bersama. Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen untuk terus meningkatkan taraf ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. (fia/tri)
Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…
IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…
Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…
Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…
Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…
Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…