

Derek Hegemur. (FOTO: Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Persentase penduduk miskin di tanah Papua menurun 4,33 persen dalam satu dekade atau 10 tahun terakhir. Kendati begitu, Pemprov Papua menyatakan kinerja pemerintah tingkat provinsi hingga kabupaten/kota masih harus terus diperbaiki.
“Data tingkat kemiskinan ini sebenarnya menjadi tantangan bagi kita untuk memperbaiki kinerja secara bersama-sama, mulai dari tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” kata Plh. Sekda Papua, Derek Hegemur kepada wartawan, Jumat (21/7).
Lanjut Derek, dari data tersebut, pihaknya akan melihat apa saja indikator-indikator yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Papua. “Selanjutnya, pemerintah akan berupaya mengatasi persoalan yang ada dalam indikator tersebut,” ucapnya.
Sebagaimana kata Derek, ada indikator yang dianggap sebagai pemicu kemiskinan. Ini yang akan dilihat dan perlu diselesaikan, sehingga tingkat kemiskinan di Papua bisa ditekan. “Mudah-mudahan di tahun berikutnya, kita sudah bisa mengentaskan kemiskinan,” harapnya.
Derek meyakini, pasca pemekaran tiga Daerah Otonom Baru (DOB) di Papua, program pengentasan kemiskinan akan lebih optimal. Sebab, pelayanan dan fokus pemerintah meningkat dengan terbaginya wilayah itu.
“Itu memang ide dasar pembentukan DOB. Karena yang diurus tidak luas, positifnya wilayah sudah terbagi-bagi,” paparnya. (fia/tri)
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada pihak sekolah yang…
Wali Kota juga meminta Dinas Sosial Kota Jayapura untuk terus melakukan pemantauan terhadap seluruh…
Ia menegaskan bahwa eksekusi tidak dapat dilaksanakan apabila lokasi dan luas tanah yang dimaksud…
Menurut Abisai, kekayaan budaya, adat istiadat, serta tradisi masyarakat adat yang masih terjaga hingga…
Menurut Albert, peristiwa tersebut merupakan bentuk kelalaian yang mengakibatkan kerugian bagi daerah. "Aset ini dibeli…
Menurut Aflian, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata. Dukungan dan partisipasi…