Categories: PAPUA TENGAH

Atasi Tiga Beban Ganda Masalah Gizi di Papua

JAYAPURA-Universitas Cenderawasih dan Unicef Kantor Perwakilan Papua-Papua Barat jalin kerjasama untuk mendukung Pemerintah Provinsi Papua dalam mengatasi tiga beban ganda masalah gizi pada anak, remaja dan perempuan di wilayah Papua.

  Kerjasama antara Pemerintah dan Kampus ternama di Provinsi Papua itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang disaksikan langsung perwakilan dari Pemprov.

Robert Gass – Acting Representative Unicef  Indonesia mengapresiasi pemerintah Provinsi Papua dan Uncen, karena telah mengorganisir kegiatan yang sangat penting ini. Ia meyakini bahwa Uncen dan Unicef memiliki hubungan yang sangat lama di Papua.

  “Unicef sangat senang kerjasama dengan Uncen, Universitas yang ternama dan menjadi partner penting dari Pemerintah Provinsi Papua dalam mengimplementasikan program nasional percepatan pencegahan anak stunting,” kata Robert dalam acara yang diselenggarakan di Kantor Dinas Kominfo, Selasa (19/7).

  Ia menyebut, Indonesia mengalami tiga beban ganda malnutrisi dengan adanya permasalahan kekurangan gizi, kelebihan gizi dan kekurangan zat gizi mikro. Anak stunting merupakan bentuk yang paling banyak pada malnutrisi anak, mengakibatkan kurang lebih 7 juta anak di bawah usia 5 tahun, dan sekitar 2 juta anak yang mengalami gizi buruk.

  “Hampir setengah ibu hamil mengalami anemia dan 17 persen mengalami kekurangan energi kronik. Sementara itu, 1.9 juta anak mengalami obesitas,” terangnya

  Dimana data Provinsi Papua menunjukkan tantangan yang signifikan pada permasalahan gizi. 29.5 persen anak di bawah lima tahun juga mengalami stunting di Papua, dan 8.8 persen anak di bawah lima tahun mengalami gizi buruk. “Tidak hanya gizi kurang, kita mengalami beban tiga kali lipat permasalahan gizi,” tegasnya.

  Karena itu, kata Robert, kerjasama ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tiga beban ganda malnutrisi dengan meningkatkan kapasitas pemerintah provinsi papua dan kabupaten untuk membuat, mengimplementasikan dan memonitor layanan gizi spesifik dengan meningkatkan cakupan, kualitas, dan kesetaraan dari intervensi berbasis bukti untuk ibu hamil dan anak serta membangun ketahanan pangan dan gizi.

  “Fokus spesifik kerjasama ini adalah untuk mendukung intervensi berbasis bukti melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat untuk mencegah malnutrisi terhadap kelompok rentan seperti remaja, perempuan dan anak usia dini,” ucapnya

  Adapun yang menjadi fokus yakni pencegahan malnutrisi anak usia dini melalui perluasan program pemberian makan bayi dan anak, penguatan system informasi dan manajemen data dan komunikasi perubahan perilaku.

  Peningkatan parawatan anak gizi buruk dengan memastikan distrik mampu melakukan tatalaksana gizi buruk dan memastikan gizi untuk anak usia sekolah, remaja, ibu hamil dan ibu menyusui melalui perluasan Pendidikan gizi dan komunikasi perubahan perilaku. (fia/tri)

newsportal

Recent Posts

Ancaman Keselamatan Juga Membayangi Warga Sipil Non-Papua

Pernyataan itu disampaikan Theo menyusul tewasnya delapan pendulang emas ilegal di Distrik Korowai yang diduga…

5 hours ago

Komnas HAM Ingatkan Jangan Ada Operasi Tempur di Korowai

Warga di wilayah Korowai dilaporkan mengungsi ke hutan menyusul operasi gabungan TNI-Polri pasca pembunuhan delapan…

6 hours ago

44 Pendulang Dievakuasi

–Aparat gabungan TNI/Polri mengevakuasi sebanyak 44 pendulang emas yang berhasil menyelamatkan diri usai diserang kelompok…

7 hours ago

Pasukan Khusus Diturunkan ke Lokasi Penambangan

Selain menanggapi ancaman KKB, Yusuf juga menjelaskan perkembangan proses evakuasi para pendulang emas yang menjadi…

8 hours ago

Konflik Wouma Berakhir Damai, Dua Kelompok Patah Panah

Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…

2 days ago

Pemkot Salurkan 111 Ekor Sapi Kurban

Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…

2 days ago