

KPU Provinsi Papua, KPU Kabupaten Asmat, Bawaslu Kabupaten Asmat dan Bawaslu Provinsi Papua serta para saksi Parpol saat melakukan pengecekan data terkait keberatan yang disampaikan saksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) saat KPU Provinsi Papua Selatan melakukan pleno terhadap KPU Asmat, Senin (11/03/2024). Hingga pukul 24.000 WIT, pengecekan itu masih berlangsung. (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE– Komisi Pemilihan Umum Provinsi Papua Selatan (PPS) akhirnya melakukan pleno rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2024 untuk KPU Kabupaten Asmat, pada Senin (11/03/2024). Namun pleno yang sedianya akan digelar pukul 19.00 WIT molor sampai pukul 21.30 WIT karena merupakan hari pertama umat Muslim melakukan salat taraweh.
Diketahui, pleno untuk KPU Asmat yang sedianya digelar pada Minggu (10/03/2024) harus ditunda karena rombongan Komisioner KPU Asmat yang akan terbang dari Asmat menuju Merauke dihdang warga saat dibandara karena tidak puas dengan hasil pleno yang dilakukan KPU Asmat.
Pleno yang dipimpin Ketua KPU PPS Theresia Mahuze itu diawali dengan pengecekan para saksi, dilanjutkan dengan tata tertib. Setelah itu, kemudian penyerahan berita acara hasil rekapitulasi suara pemilu yang masih tersegel dilanjutkan dengan pembacaan hasil perolehan suara Pemilu. Dimulai dengan perolehan suara Presiden dan Wakil Presiden.
Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan rekapitulasi perolehan suara DPR RI. Setelah pembacaan rekapitulasi itu, saksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan keberatannya atas atas dugaan penggelembungan perolehan suara dari Partai Gerindra untuk DPR RI tersebut.
Menurut saksi PKB, bahwa sesuai dengan D-Hasil Kecamatan, Partai Gerindra hanya memperoleh 2.822 suara. Namun D-Hasil Kabupaten, suara Partai Gerindra melonjok menjadi 22.051 suara.
Page: 1 2
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…