

Marthen Kogoya (FOTO: Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua, akui akan segera membuka Farmasi Umum di Lingkungan Provinsi Papua. Namun persyaratannya adalah setelah persoalan honorer diselesaikan terlebih dahulu baru kemudian dapat membuka farmasi umum. Hal ini juga berlaku bagi Kabupaten dan Kota yang ada di Papua.
Kepala BKD Provinsi Papua, Marthen Kogoya menjelaskan, setelah penyelesaian permasalahan honorer di Provinsi Papua, maka Pemerintah Provinsi Papua akan membuka Farmasi Umum.
“Mengingat beberapa tahun terakhir kita tidak membuka Peberimaan CPNS bagi Farmasi Umum, maka tahun ini kami akan membuka Tes Farmasi umum,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (11/2) kemarin.
Diakuinya, Pelaksanaan Farmasi CPNS hanya bisa dilakukan apabila kab/kota dan Provinsi sudah dinyatakan menyelesaikan permasalahan honorernya.
“Penyelesaian honorer yang mana data honorer sudah di serahkan ke BKD Provinsi dan para tenaga honorer sudah mendapatkan SK dan NIP, baru mereka bisa membuka farmasi umum,” terangnya.
Diakuinya, daerah yang belum menyelesaikan permasalahan hinorernya tidak akan diberi kesempatan membuka Farmasi Umum. (ana/gin)
Fakhiri menegaskan, penguatan regulasi Otonomi Khusus menjadi penting agar pembangunan di Papua tetap berjalan meski…
Ketiga terdakwa tersebut yakni J. Victor Davis yang merupakan pilot dari pesawat Piper PA 23-250…
Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…
Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…
Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…