

Ribka Haluk (FOTO: Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Dinas Sosial, Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Papua mendorong hadirnya pusat rehabilitasi narkotika di ujung timur Indonesia.
Kepala Dinas Sosial, Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Papua Ribka Haluk mengatakan, keberadaan pusat rehabilitasi narkotika perlu dibicarakan bersama dengan instansi terkait.
Menurutnya, sudah ada pembicaraan namun karena situasi Pandemi Covid-19, sehingga kelanjutannya ditunda.
“Secara nasional sudah ada Badan Narkotika Nasional (BNN), sehingga mungkin perlu ada desain dan komunikasi aktif dengan Pemerintah Provinsi Papua agar bisa ada satu rehabilitasi barkoba di Papua. Kalau tidak salah waktu masih kepala rumah sakit jiwa yang sebelumnya sudah pernah ada pembahasan soal ini, tapi hal itu tidak berlanjut lagi,” terang Ribkas kepada wartawan.
Lanjut Ribka menyampaikan, perlunya duduk bersama dan membahas hal-hal yang tertunda sebab kalau tidak salah ada aturan yang mengatur untuk membangun rehabilitasi narkotika di suatu tempat. (fia/gin)
Menurutnya, hingga saat ini masih banyak kompleks perumahan warga yang belum memiliki bak atau kontainer…
Sejumlah harga komoditas pertanian dan kebutuhan bahan pokok di Pasar Pharaa Sentani mengalami kenaikan signifikan…
Polres Mimika membentuk tim khusus anti-begal guna menanggapi maraknya aksi pencurian dengan kekerasan yang meresahkan…
Ketua DPRK Jayawijaya Lucky Wuka, S.Pi, M.Si menegaskan sebagai kepala pemerintahan, saat ini pemkab Jayawijaya…
Pertemuan tersebut turut didampingi Plt. Sekda Waropen Bob Woriori, S.STP, M.Si, sejumlah pimpinan OPD, Kadistrik…
Tak hanya melihat dari dekat rumah-rumah yang rusak akibat ledakan di sepanjang pantai, tetapi Ia…