

Prof. Julius Ary Mollet (foto:Mboik Cepos)
JAYAPURA-Pakar ekonomi dari Universitas Cendrawasih Prof. Julius Ary Mollet menyebut kondisi ekonomi Papua saat ini menunjukkan situasi yang sedang tidak baik. Hal ini bisa dilihat dari daya beli masyarakat yang mengalami trend penurunan.
Diakui Prof Julius Ary Mollet bahwa kondisi pertumbuhan ekonomi di Papua sebenarnya tidak berbeda dengan wilayah lainnya di Indonesia. Apalagi Papua saat ini masih mengandalkan dana transfer pusat.
“Papua mirip dengan kondisi di luar Papua. Saya pernah singgung masalah efisiensi apalagi Papua ini hampir semua baik Kabupaten maupun provinsi itu tergantung pada dana transfer pusat,” kata Prof. Julius Ary Mollet, Kamis (3/4).
Mirisnya lagi kata dia, di tengah keuangan daerah yang sudah menipis itu, pelaksanaan Pilkada Papua yang harus diulang dengan dilakukan pemungutan suara ulang di Papua makin berdampak pada ekonomi. Karena miliaran anggaran akan dipakai untuk membiayai PSU itu.
“Celakanya karena efisiensi, ada beberapa program yang penting khususnya untuk pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat itu tidak bisa dilaksanakan dan di Papua itu, anggaran kita habis juga untuk PSU itu,” bebernya.
Page: 1 2
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…