Artinya, anggaran pemerintah yang seharusnya disiapkan untuk pembangunan ekonomi ternyata tidak ada. Akibatnya, sektor bisnis saat ini sudah terkena imbas. Banyak ruko yang terpaksa ditutup, perhotelan juga merumahkan karyawannya. Tidak selesai disitu, banyaknya karyawan yang dirumahkan tentunya akan berdampak pada daya beli masyarakat menurun.
“Ketika mereka dirumahkan berarti mereka tidak punya pendapatan kan. Kalau tidak punya pendapatan berarti dia batasi pembeliannya, akibatnya daya beli itu berkurang,” bebernya.
Karena itu, pihaknya berharap kebijakan ini jangan sampai berlarut-larut, karena dampaknya pasti luar biasa buruk bagi ekonomi. Hal lain yang bisa dilihat dari ekonomi yang lesu, misalnya saat sebelum dan sesudah lebaran. Tidak menunjukan pergerakan masyarakat yang signifikan seperti sebelum-sebelumnya.
“Nah Kalau dibanding tahun lalu dan tahun ini agak beda, tahun lalu agak ramai, tetapi tahun ini geliatnya menurun,”pungkasnya. (roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Langkah-langkah strategis ini telah mendapat lampu hijau dan penguatan langsung dari Presiden. "Kami melaporkan kepada…
Komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak ini, diwujudkan Kanwil Ditjenpas melalui kegiatan sosialisasi…
Pemusnahan kali ini menyasar material sitaan dari 52 perkara tindak pidana umum dengan volume mencapai…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan dan penggunaan anggaran daerah,…
Panglima Kodam (Pangdam) XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, melakukan silaturahmi kepada Gubernur…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyebut Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan bantuan 10 ekor sapi kurban…