Categories: ALL SPORT

Gubernur Papua Bakar Semangat Kontingen Papua Menuju Peparnas XVII

JAYAPURA – Penjabat Gubernur Papua,  Ramses Limbong melepaskan kontingen NPCI Provinsi Papua menuju Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) ke XVII di Solo, Jawa Tengah 2024.

Pelepasan dilaksanakan secara seremony di Kantor Gubernur Papua, Senin (23/9) kemarin. Peparnas XVII rencananya dibuka pada 5 Oktober 2024 di Stadion Manahan Solo oleh Presiden Joko Widodo.

Sebanyak 193 atlet NPCI Papua akan tampil pada 12 cabang olahraga (cabor) dengan menargetkan meraih 66 medali emas.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Papua untuk memberikan dukungan kepada kontingen kita. Mari kita satukan energi dan doa kita untuk kesuksesan atlet-atlet kita,” ungkap Ramses Limbong dalam arahannya.

“Keberhasilan kalian adalah kebanggaan kita semua. Atlet yang akan bertanding adalah simbol perjuangan, semangat dan keberanian. Saya bangga melihat dedikasi dan kerja keras yang telah kalian tunjukkan dalam persiapan menghadapi kompetisi ini. Ingatlah, kalian bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama Provinsi Papua dan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Dia menyebutkan bahwa Peparnas bukan hanya tentang medali dan prestasi, tetapi juga tentang membangun rasa percaya diri tanpa memandang latar belakang atau kondisi fisik.

“Kami berharap kalian (NPCI) dapat menunjukkan kemampuan terbaik dan menginspirasi banyak orang dengan prestasi yang diraih. Bertanding dengan sportif dan mudah-mudahan dapat meraih atau meningkatkan prestasi seperti yang diharapkan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua NPC Papua, Jaya Kusuma optimis para atletnya dapat mencapai target medali yang sudah dicanangkan. “Kalau tahun 2021 tuan rumah, kita juara umum, tapi Peparnas 2024 kita optimis tetap berada di peringkat lima besar nasional,” ujarnya.

Jaya Kusuma membeberkan, target lima besar nasional sudah dibuktikannya sejak Peparnas tahun 2012 di Riau. kemudian Peparnas Jawa Barat 2016.

“Untuk masuk lima besar nasional bisa kita capai, tapi kalau kita mau menjadi juara umum agak sulit karena dengan adanya Daerah Otonomi Baru di Papua, atlet semakin berkurang dan persiapan yang kurang maksimal karena keterbatasan anggaran, ” tutupnya. (eri/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Dari Lab Sederhana di Dok II, Lahir Harapan Baru Tenaga Kesehatan Papua

“Kampus ini dibangun untuk menjawab masalah kesehatan di Papua yang belum selesai-selesai,” ungkap mantan Kepala…

53 minutes ago

Film Pesta Babi Bikin Publik Bertanya, Ada Apa dengan Papua?

Pemutaran film dokumenter Pesta Babi di Kedai Kopi One Milly, kawasan Skylan, Kota Jayapura, Selasa…

2 hours ago

LBH Papua: Dogiyai Berdarah, Pelanggaran HAM Berat!

LBH Papua menilai operasi penyisiran aparat keamanan di sejumlah wilayah Kabupaten Dogiyai setelah peristiwa tersebut…

3 hours ago

Di Sentani, Pejalan Kaki Tewas Akibat Tabrak Lari

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P Helan,melalui Kasat Lantas Polres Jayapura AKP Robertus Rengil menjelaskan korban…

4 hours ago

Lagi, Kantor Distrik Sentani Dipalang

Lagi-lagi Kantor Distrik Sentani di palang oleh pemilik hak ulayat,mereka menuntut Pemerintah Kabupaten Jayapura harus…

5 hours ago

Pertanyakan Kinerja Penyidik dan BPK yang Beri Opini WTP Kota Jayapura

Perkara yang menyeret mantan Bendahara SMA Negeri 4 Jayapura Parmi Milka Mugiutomo, sebagai terdakwa utama…

6 hours ago