“Betul, gempa bisa terjadi di mana saja, termasuk Kotim yang belum pernah sama sekali mengalami gempa. Biarpun jarang atau tidak pernah sama sekali mengalami gempa. Biar pun jarang atau tidak pernah sama sekali, paling tidak bisa saja terkena rambatannya,” ucap kepala BMKG Kotim Stasiun Bandara Haji Asan Sampit Musuhanaya.
Kepala BMKG Musuhanaya menambahkan, bahwa beberapa alat sensor untuk mendeteksi gempa sudah terpasang di wilayah Kalteng, seperti Kabupaten Katingan, Palangka Raya, Barito Selatan, Barito Utara, dan Kotawaringin Barat.
“Kotim belum memiliki alat sensor gempa, sehingga kami hanya menerima informasi dari BMKG Sleman dan Balikpapan, serta laporan informasi dari masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam bersama timnya telah melakukan peninjauan langsung terkait lokasi-lokasi yang terkena dampak, seperti Masjid di Desa Sungai Paring.
“Setelah kami monitor ke lokasi yang terdampak gempa, ada satu Masjid di Desa Sungai Paring yang mengalami kerusakan. Beberapa keramik lepas, tiang retak, tetapi dilihat dari struktur bangunan tidak ada masalah,” kata Multazam dikutip JawaPos.com melalui Radar Sampit.
Pihaknya juga menerima laporan mengenai warga Cempaga yang turut merasakan dampak getaran gempa, dimana mereka berbondong-bondong keluar rumah untuk mengamankan diri.
“Setelah kami berkoordinasi dengan BMKG, pusat gempa berada di Cempaga. Tim geofisika Balikpapan juga sempat komunikasi dengan kami baru dapatkan data ini. Sebelumnya belum pernah terjadi di Kotim. Mereka janji akan melakukan mapping ulang pada patahan sesar di wilayah Kalimantan,” imbuhnya.
Menurutnya, masih banyak masyarakat di wilayah pedalaman yang hidup jauh dari pusat pemerintahan dan belum…
Kedua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial DI (38) dan A (28). Penangkapan ini merupakan tindak…
Bupati Yunus Wonda mengatakan, rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal dukungan bersama antara Pemerintah…
‘’Ada komitmen bersama untuk membangun bangsa dan negara. Dan juga kehadiran kodim 1707 Merauke tentu…
Kepala Kampung Karya Bumi, Muryani, menjelaskan bahwa lahan pemakaman umum tersebut dibeli dari pemilik tanah…
Pimpinan Cabang Perum Bulog Merauke Karennu ditemui media ini mengungkapkan, di tahun 2025 lalu, pihaknya…