

Kordinator aksi demo Asosiasi ASN Pemprov Papua, Herry asso saat berorasi bersama perwakilan dari 42 dinas di pemerintahan Provinsi Papua, Selasa, (23/4/2024). (foto: Jimi/cepos)
Dari Demo Jilid III Solidaritas ASN Pemprov Papua di Kantor Gubernur Papua
Dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir ini, Kantor Gubernur Papua marak dengan aksi demo. Mulai dari tuntuan orang tua terkait kepastian kelanjutan bea siswa anak-anak mereka yang sekolah di luar negeri, demo pegawai non ASN, hingga Solidaritas ASN Pemprov Papua yang sudah kali ketiga menggelar aksi demo di Kantor Gubernur Papua.
Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura
Sejumlah pegawai yang tergabung dalam Solidaritas ASN Provinsi Papua kembali menggelar aksi demo jilid III di halaman kantor Gubernur Papua, Senin (23/4/2024). Dari pantauan Cendrawasih Pos di lapangan tampak puluhan ASN yang hadir menuntut Penjabat (Pj) Ridwan Rumasukun dan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda), Derek Hegemur agar lengser dari jabatannya sebagai Pj Gubernur dan Plh Sekda Papua.
Demo damai yang dilakukan solidaritas ASN ini masih berkaitan dengan proses pelantikan pejabat eselon II dan eselon III di lingkungan Pemprov yang dinilai terjadi nepotisme dan tidak memperhatikan keberpihakan pada OAP, serta sejumlah masalah yang terjadi di Provinsi Papua.
Kordinator aksi demo, Herry Asso dalam orasinya menyampaikan bahwa pejabat eselon II dan eselon III telah membatasi aktivitas ASN di lingkup Pemerintah Provinsi Papua. Ia pun mengajak seluruh ASN untuk tidak boleh ada pertemuan dengan penjabat eselon II, eselon III maupun eselon IV.
“Tidak boleh ada ASN yang mengikuti pertemuan dengan para eselon,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa polisi harus usut tuntas pelaku honorer siluman di lingkungan pemerintahan Provinsi Papua. Karena itu ia sampaikan masalah siluman ini masalah serius dan tidak main-main.
Tidak hanya itu, salah seorang dari Asosiasi ASN ini juga mempertanyakan aturan atau prosedur pemerintah terkait pegawai honorer yang pra jabatan di provinsi induk dan mengambil surat keputusannya (SK) di provinsi DOB.
Dirinya juga menyayangkan pemerintah terhadap pegawai honorer yang sudah mengabdi berpuluhan tahun di provinsi induk dan harus dikorbankan untuk pindah ke provinsi DOB.
Berikut merupakan lima tuntutan yang diusulkan oleh solidaritas ASN Provinsi Papua antara lain. Pertama, meminta kepada yang mulia Bapak Presiden Joko widodo, agar dapat mengantikan Pj Gubernur dan Pj Sekda Provinsi Papua dalam waktu yang sesingkatnya.
Page: 1 2
“Untuk saat ini semua masih bisa terjadi. Pemain asing yang pasti kita sedang mencari. Tiga-tiganya…
Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar dokumenter biasa, melainkan…
Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang diskusi publik terkait persoalan besar yang selama ini dirasakan…
Sejak pukul 05.30 WIT panitia hari-hari besar Islam (PHBI) Provinsi Papua sudah mempersiapkan tempat di…
TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga lanjut Sebby mengancam akan terus melakukan patroli dan operasi terhadap…
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan empat warga negara asing (WNA) asal China sebagai tersangka dalam kasus…