“Benar, kita sudah melakukan Penempatan Khusus (Patsus) pemeriksaan awal. Intinya tidak ada tempat untuk oknum yang main-main apalagi persoalan narkoba. Ini akan diselidiki lebih lanjut sejauh apa keterlibatan dan masing-masing perannya,” tegasnya.
Ironisnya, dua pekan sebelum namanya terseret kasus ini, AKP Arifan sempat memimpin penangkapan seorang tenaga kesehatan berinisial VA, 31, yang kedapatan membawa sabu. Saat itu, Arifan menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran narkotika.
“Kasus ini akan terus kami kembangkan untuk mengejar pelaku lain yang terlibat,” ucapnya kala itu. Kini, pernyataan tersebut menjadi sorotan publik setelah dirinya sendiri diduga menerima setoran dari jaringan narkoba. (trn/nur)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebutuhan darah ideal sebuah wilayah adalah 1% hingga 2%…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan penangkapan ini terhadap pelaku…
Komitmen Pemerintah Kabupaten Puncak dalam membangun sumber daya manusia melalui sektor pendidikan mendapat apresiasi dari…
Kapolres Puncak Jaya AKBP Yudha Wicaksono saat dihubungi dari Nabire, Senin, mengatakan patroli gabungan tersebut…
Kapolres Jayawijaya melalui kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumamb, SH, MH menegaskan jika usai dilakukan penangkapan…
Sebuah langkah baru pariwisata berbasis komunitas lahir di Tanah Papua. Lewat Paket Eduwisata dan Sejarah…