

SURABAYA – Polrestabes Medan berhasil membongkar sindikat perdagangan bayi yang beroperasi di Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatra Utara. Sindikat ini menggunakan modus adopsi anak dan mempromosikan kejahatannya melalui platform berbagi video TikTok. Dari pengungkapan tersebut, polisi meringkus sembilan orang tersangka dengan berbagai peran.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, menjelaskan sindikat ini dikendalikan oleh HD, 46, dengan bantuan asistennya HT, 24. “Mereka mempromosikan penjualan bayi ini melalui platform TikTok yang sudah memiliki banyak pengikut dengan menyamarkannya seolah-olah menyediakan adopsi anak,” ujarnya, Jumat (16/1).
Kasus ini terungkap setelah warga melaporkan aktivitas mencurigakan, di mana perempuan hamil sering keluar masuk kontrakan HD.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga menemukan seorang ibu hamil berinisial BS, 29, yang tinggal di rumah tersebut. Awalnya BS mengaku disekap, namun belakangan diketahui ia terikat kontrak bahwa bayinya akan dijual setelah melahirkan.
Jean Calvijn menambahkan, HD ditangkap bersama J, 47, sopir transportasi online, saat membawa bayi berusia 5 hari untuk dijual. Transaksi tersebut batal setelah calon pembeli mengundurkan diri.
Page: 1 2
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…