Sementara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, kasus dugaan pemerasan pimpinan KPK ke SYL telah menjadi perhatian publik. Polda Metro Jaya diperintahkan agar prosesnya ditangani secara profesional. “Dalam setiap tahapannya didampingi Bareskrim dan Propam, saya minta turun,” ujarnya.
Dia meminta agar semua hasil penyelidikan dan penyidikan dalam kasus tersebut bisa dipertanggungjawabkan. Serta, membuka ruang untuk bisa diawasi eksternal dan bahkan disupervisi KPK. “Pesan saya tangani secara cermat dan tidak arogan,” jelasnya.
Apakah kasus pimpinan KPK itu yang dimaksud Firli Bahuri? Kapolri menjawab bahwa pertanyaan tersebut terlalu teknis. Yang pasti, sudah diinstruksikan ke jajaran untuk ditangani dengan baik. “Saya minta bisa dipertanggungjawabkan,” urainya ditemui di Monumen Nasional (Monas).
Di sisi lain, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut cek Rp triliun yang ditemukan KPK di rumah dinas Syahrul Yasin Limpo (SYL) kemungkinan palsu. Sementara itu, KPK terus mendalami dugaan korupsi yang dilakukan SYL. Tiga orang saksi dari Kementerian Pertanian (Kementan) diperiksa kemarin.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan pihaknya sudah mengecek dokumen cek senilai Rp 2 triliun itu. Hasilnya, cek tersebut palsu. Dalam arti tidak bisa dicairkan. “Dokumen yang ada terindikasi palsu,” ucapnya kepada Jawa Pos.
Puan mengharapkan aksi demonstrasi itu tidak menimbulkan kericuhan. Lebih baik, menurut dia, peserta demonstrasi juga…
Ia menegaskan, pernyataan yang disampaikannya dalam forum tersebut merupakan pandangan pribadi. "Pada kesempatan ini saya…
Polda Metro Jaya memastikan rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok…
Wakil Ketua Umum MUI, Buya Anwar Abbas, menilai pembatasan akses terhadap rekening nasabah, termasuk dalam…
Papua Raya sempat tertinggal lebih dulu di menit cepat di menit ke 2 oleh pemain…
Melalui akun media sosial pribadinya, Mahfud melontarkan pandangan bernada heran namun tetap terbuka terhadap inovasi…