Tidak hanya itu, Ivan memaparkan, nama pemberi cek, Abdul Karim Daeng Tompo juga sering melakukan penipuan serupa. PPATK sering mendapatkan dokumen dokumen cek tersebut, yang seringkali memang palsu.
“Modusnya adalah minya bantuan uang administdasi buat buat bank. Menyuap petugas dan bahkan menyuap orang PPATK agae bisa cair,” katanya. Dengan iming-iming akan diberikan komisi beberapa persen dari nilai uang. Yang rata-rata sangat besar untuk memancing minat.
Sementara itu, Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, kemarin KPK memanggil tiga orang untuk diperiksa. Mereka di antaranya sespri Sekjen Kementan Merdian Tri Hadi, Staf Biro Umum dan Pengadaan merangkap staf khusus Mentan Rio Nugraha, dan Kasubag Tata Usaha Menteri Kementan Sugeng Priyono.
Sehari sebelumnya, KPK juga memanggil dua orang untuk diperiksa terkait dugaan korupsi SYL CS. Keduanya merupakan ajudan SYL. Yakni Panji Harjanto dan Ubaidah Nabhan. “Kedua saksi hadir dan didalami pengetahuannya terkait alur kegiatan dinas tersangka SYL,” jelas Ali kemarin.
Para ajudan juga dimintai keterangan terkait mengenai pos anggaran. Khususnya terkait anggaran yang diperuntukkan bagi kegiatan SYL selama menjadi Menteri Pertanian (Mentan). (ygi/idr/elo)
Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) dan 8 Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Raperdasus) yang merupakan usulan pemerintah…
Berbagai lembaga mencatat tingginya angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kekerasan seksual, hingga kekerasan berbasis…
Ia menjelaskan, anggaran yang dialokasikan untuk TPP ASN sebesar Rp7,5 miliar, sementara THR mencapai Rp25…
Ketua Bawaslu Papua, Hardin Halidin mengatakan laporan tersebut merupakan bentuk akuntabilitas lembaga pengawas pemilu atas…
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Matius Pawara, menjelaskan bahwa rumah singgah tersebut disiapkan sebagai tempat…
Juru taktik Persipura, Rahmad Darmawan mengaku puas dengan etos kerja anak asuhnya. Menurutnya, pemusatan latihan…