Categories: LINTAS PAPUA

Masyarakat Kampung Nubuai Kini Bernapas Lega

Gubernur Papua Bangun Pengaman Pantai Atasi Abrasi

WAROPEN – Penantian panjang generasi demi generasi di Kampung Nubuai akhirnya membuahkan hasil. Pemerintah Provinsi Papua resmi menghadirkan proyek pembangunan pengaman gelombang dan pantai di wilayah pesisir tersebut, sepanjang 60 meter untuk tahap awal. Proyek ini menjadi angin segar sekaligus jawaban atas ancaman abrasi yang selama bertahun-tahun mengikis ruang hidup masyarakat adat setempat.

Ancaman tenggelamnya daratan Kampung Nubuai bukan sekadar kekhawatiran tanpa alasan. Berdasarkan penuturan perwakilan Tokoh Pemuda masyarakat hukum adat Kampung Nubuai, Musa Sawaki, daratan di wilayah pemukiman mereka kini telah terkikis hingga mencapai kurang lebih 100 meter dan kini masyarakat dipaksa untuk terus menyesuaikan dengan lahan yang ada, sementara dihadapan mereka sudah ada jalan raya.

“Kami ini sudah generasi kurang lebih generasi keempat di Kampung Nubuai. Hari ini kami melihat daratan sudah terkikis kurang lebih 100 meter terambil oleh air laut,” ungkap Simon Warami Tokoh Masyarakat saat ditemui di lokasi pembangunan, Kamis (9/7).

Bagi masyarakat setempat, tanah yang mereka diami memiliki nilai sejarah dan adat yang sangat mendalam. Daratan dengan panjang 800 meter dan lebar 250 meter tersebut awalnya merupakan tanah penghargaan yang diserahkan oleh masyarakat hukum adat Sanggai dari keluarga besar Maranarauni kepada para leluhur mereka. Namun, terjangan gelombang laut membuat luas tanah adat ini terus menyusut.

“Ini merupakan kerinduan dan harapan kami, karena besok generasi muda, anak-cucu kami, yang akan menikmati dan menjaga pantai ini. Kami selaku pemuda siap untuk membantu dan mengawal proyek ini,” punggkas Musa menutup.

Dengan adanya tanggul pengaman gelombang ini, masyarakat Kampung Nubuai kini bisa bernapas lega. Infrastruktur ini diharapkan tidak hanya mampu menahan laju abrasi, tetapi juga mengamankan ruang hidup dan masa depan masyarakat adat pesisir Papua dari ancaman hilangnya daratan. (il/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Dikelilingi Bangunan Sejarah Termasuk Supermarket Pertama di Indonesia

Bangunan ini sebelumnya digunakan sebagai kantor Bawaslu Papua. Posisinya persis bersebelahan dengan pintu masuk gedung…

13 minutes ago

Terduga  Pelaku Penganiayaan di 2 Lokasi Diamankan Polisi

Penangkapan dilakukan oleh Tim Opsnal Satreskrim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Merauke bersama KBO Reskrim…

42 minutes ago

Baru Dua Jam Kabur, Pelaku Penikaman Pedagang Diringkus

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH memastikan jika pelaku WW telah…

2 hours ago

Perekutan Guru Honor KII Akan Disesuaikan dengan Kebutuhan

Kapala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso, S.Pd, M.Pd menyatakan pihaknya sudah melakukan pendataan kepada…

3 hours ago

Akibat Pelanggaran Distribusi BBM Subsidi, Pertamina Sanksi SPBU SP 2

Pertamina Patra Niaga menjatuhkan sanksi tegas kepada SPBU 8499902 di kawasan SP2, Kabupaten Mimika, Papua…

4 hours ago

Tahun Ini, DPMPTSP Merauke Targetkan Investasi Rp 7 Triliun

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Merauke Marwiah Ali…

5 hours ago