

Situasi di lapangan pekerjaan pemasangan Beton Pengamanan Gelombang di Kampung Nubuai, Kamis (9/7). (foto: Ismail/Cenderawasih Pos)
Gubernur Papua Bangun Pengaman Pantai Atasi Abrasi
WAROPEN – Penantian panjang generasi demi generasi di Kampung Nubuai akhirnya membuahkan hasil. Pemerintah Provinsi Papua resmi menghadirkan proyek pembangunan pengaman gelombang dan pantai di wilayah pesisir tersebut, sepanjang 60 meter untuk tahap awal. Proyek ini menjadi angin segar sekaligus jawaban atas ancaman abrasi yang selama bertahun-tahun mengikis ruang hidup masyarakat adat setempat.
Ancaman tenggelamnya daratan Kampung Nubuai bukan sekadar kekhawatiran tanpa alasan. Berdasarkan penuturan perwakilan Tokoh Pemuda masyarakat hukum adat Kampung Nubuai, Musa Sawaki, daratan di wilayah pemukiman mereka kini telah terkikis hingga mencapai kurang lebih 100 meter dan kini masyarakat dipaksa untuk terus menyesuaikan dengan lahan yang ada, sementara dihadapan mereka sudah ada jalan raya.
“Kami ini sudah generasi kurang lebih generasi keempat di Kampung Nubuai. Hari ini kami melihat daratan sudah terkikis kurang lebih 100 meter terambil oleh air laut,” ungkap Simon Warami Tokoh Masyarakat saat ditemui di lokasi pembangunan, Kamis (9/7).
Bagi masyarakat setempat, tanah yang mereka diami memiliki nilai sejarah dan adat yang sangat mendalam. Daratan dengan panjang 800 meter dan lebar 250 meter tersebut awalnya merupakan tanah penghargaan yang diserahkan oleh masyarakat hukum adat Sanggai dari keluarga besar Maranarauni kepada para leluhur mereka. Namun, terjangan gelombang laut membuat luas tanah adat ini terus menyusut.
“Ini merupakan kerinduan dan harapan kami, karena besok generasi muda, anak-cucu kami, yang akan menikmati dan menjaga pantai ini. Kami selaku pemuda siap untuk membantu dan mengawal proyek ini,” punggkas Musa menutup.
Dengan adanya tanggul pengaman gelombang ini, masyarakat Kampung Nubuai kini bisa bernapas lega. Infrastruktur ini diharapkan tidak hanya mampu menahan laju abrasi, tetapi juga mengamankan ruang hidup dan masa depan masyarakat adat pesisir Papua dari ancaman hilangnya daratan. (il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Bagi Kota Jayapura, keberhasilan Nelce bukan sekadar prestasi seorang pelajar. Ada nama sekolah, keluarga, Kota…
Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…
Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…
Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…
Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…