

Ilustrasi. (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).
JAYAPURA-Situasi keamanan di sejumlah wilayah konflik di tanah Papua kembali menjadi sorotan menyusul meningkatnya kekerasan bersenjata yang berdampak langsung pada masyarakat sipil. Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua menilai konflik bersenjata yang berlangsung hingga kini belum ditangani secara serius oleh pemerintah pusat maupun daerah.
Pembela HAM Papua, Theo Hesegem menyampaikan, konflik bersenjata yang terjadi di berbagai daerah seperti Kabupaten Yahukimo dan Intan Jaya terus menimbulkan korban dari kalangan warga sipil, baik orang asli Papua maupun pendatang. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pendekatan penyelesaian konflik yang mengedepankan perlindungan terhadap warga sipil.
Theo menilai selama ini masyarakat sipil kerap menjadi korban dalam konflik bersenjata yang melibatkan kelompok bersenjata dan aparat keamanan. Ia menyebut berbagai profesi, seperti guru, pengusaha, pengemudi ojek, hingga pekerja bangunan, tidak luput dari dampak kekerasan tersebut.
Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…
Fenomena astronomi langka Blue Moon atau Bulan Biru diprediksi akan kembali terjadi dalam waktu dekat.…
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana narkotika jenis…
Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…
Harga tomat yang biasanya berada di kisaran normal kini menembus Rp 45.000 - 60.000 per…