

Ilustrasi. (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).
JAYAPURA-Situasi keamanan di sejumlah wilayah konflik di tanah Papua kembali menjadi sorotan menyusul meningkatnya kekerasan bersenjata yang berdampak langsung pada masyarakat sipil. Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua menilai konflik bersenjata yang berlangsung hingga kini belum ditangani secara serius oleh pemerintah pusat maupun daerah.
Pembela HAM Papua, Theo Hesegem menyampaikan, konflik bersenjata yang terjadi di berbagai daerah seperti Kabupaten Yahukimo dan Intan Jaya terus menimbulkan korban dari kalangan warga sipil, baik orang asli Papua maupun pendatang. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pendekatan penyelesaian konflik yang mengedepankan perlindungan terhadap warga sipil.
Theo menilai selama ini masyarakat sipil kerap menjadi korban dalam konflik bersenjata yang melibatkan kelompok bersenjata dan aparat keamanan. Ia menyebut berbagai profesi, seperti guru, pengusaha, pengemudi ojek, hingga pekerja bangunan, tidak luput dari dampak kekerasan tersebut.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua terus meningkatkan pemerataan akses energi dan membenahi tata kelola pertambangan sebagai…
Menurutnya, BOSDA merupakan bantuan khusus kepada sekolah daerah yang pendanaannya bersumber langsung dari Dana…
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen,, melalui Kasat Narkoba AKP Febry…
Keondofoloan Khambuyouge Asli Waena, John G. Ohee, melalui pemberitahuan yang ditujukan kepada Pemerintah Kota…
Dalam rangkaian forum APEKSI tersebut, Wali Kota Jayapura secara aktif mengikuti forum Rembuk Kebudayaan…
Dalam perkara tersebut, nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp11.719.700.000. Sementara berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan…