

Ilustrasi. (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).
JAYAPURA-Situasi keamanan di sejumlah wilayah konflik di tanah Papua kembali menjadi sorotan menyusul meningkatnya kekerasan bersenjata yang berdampak langsung pada masyarakat sipil. Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua menilai konflik bersenjata yang berlangsung hingga kini belum ditangani secara serius oleh pemerintah pusat maupun daerah.
Pembela HAM Papua, Theo Hesegem menyampaikan, konflik bersenjata yang terjadi di berbagai daerah seperti Kabupaten Yahukimo dan Intan Jaya terus menimbulkan korban dari kalangan warga sipil, baik orang asli Papua maupun pendatang. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pendekatan penyelesaian konflik yang mengedepankan perlindungan terhadap warga sipil.
Theo menilai selama ini masyarakat sipil kerap menjadi korban dalam konflik bersenjata yang melibatkan kelompok bersenjata dan aparat keamanan. Ia menyebut berbagai profesi, seperti guru, pengusaha, pengemudi ojek, hingga pekerja bangunan, tidak luput dari dampak kekerasan tersebut.
Gubernur Fakhiri mengungkapkan, Provinsi Papua memiliki 999 kampung yang seluruhnya telah diupayakan memiliki koperasi. Namun,…
Khusus Bansos yang bersumber dari pemerintah pusat, Pemerintah Kota Jayapura bertugas memastikan bantuan tersebut tersalurkan…
Sejumlah titik yang kerap dijadikan lokasi pasar liar di antaranya kawasan Expo Waena, Perumnas III…
Ketua Panitia Pembangunan, Benhur Tomi Mano, mengungkapkan bahwa pembangunan ini merupakan kerinduan jemaat yang telah…
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Senator DPD RI Paul Finsen Mayor, Senator DPD…
Menurutnya, komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama menunjukkan keseriusan dalam…