“Konflik bersenjata di Papua harus dilihat sebagai persoalan kemanusiaan yang serius. Setiap kali terjadi pembunuhan, masyarakat sipil selalu menjadi pihak yang paling dirugikan,” ujar Theo kepada Cenderawasih Pos, Rabu (4/2).
Ia menilai respons pemerintah terhadap situasi keamanan di Papua masih terkesan reaktif dan belum menyentuh akar persoalan. Menurutnya, pengiriman pasukan keamanan ke wilayah konflik bukan solusi jangka panjang, karena justru berpotensi meningkatkan eskalasi kekerasan dan memperluas dampak konflik terhadap warga sipil.
Theo juga menyoroti sejumlah peristiwa kekerasan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Di Kabupaten Yahukimo, seorang guru bernama Frengki (55) yang diduga sebagai anggota intelijen dilaporkan tewas ditembak di dalam ruang sekolah di Jalan Baliem, Distrik Dekai. Peristiwa tersebut menambah daftar panjang korban sipil dalam konflik bersenjata di Papua.
Selain itu, konflik bersenjata juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Intan Jaya. Dalam insiden terpisah, terjadi penembakan terhadap masyarakat sipil serta aksi penyerangan yang berdampak pada fasilitas keagamaan, termasuk Gereja Katolik. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan semakin memburuknya situasi keamanan.
Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura berhasil mengamankan seorang terpidana tindak pidana korupsi…
Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengambil langkah radikal guna mengurai semrawutnya tata kelola lalu lintas…
Para guru yang tergabung dalam Forum Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini…
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengungkapkan lambannya realisasi fisik ini dipicu oleh lonjakan harga material bangunan…
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Bagian Akademik, Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) Uncen per…
Untungnya aksi yang dilakukan sejumlah warga tersebut dengan cepat diantisipasi Porsenel Polsek Merauke Kota dibantu…