Selain itu sambung dia, pemahaman generasi muda ini untuk penggunaan bahasa Ibu hanya sebatas sebagai penutur pasif. Artinya mereka hanya bisa mendengar dan mengerti namun sulit untuk berbicara menggunakan bahasa daerah.
Karena itu beberapa kegiatan yang menjurus pada buka untuk melestarikan bahasa daerah ini yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui bidang kebudayaan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pihaknya itu sebagai upaya untuk mengetahui sejauh mana penerapan bahasa ibu di kalangan siswa-siswi SD SMP maupun SMA.
Sejauh ini pihaknya baru melaksanakan kegiatan khusus di bahasa tobati, karena bahasa tobati ini juga menjadi salah satu bahasa ibu yang terancam punah dengan jumlah penuturnya yang semakin hari semakin berkurang. (roy/tri)
Page: 1 2
Pengadilan Militer III-19 Jayapura sebagai salah satu penyelenggara peradilan di tingkat pertama mempunyai tugas untuk…
Kepala Kejaksaan Negeri Merauke Dr. Paris Manalu, SH, MH, didampingi Kepala Seksi Pemulihan Aset Arief…
Saat ini, Pemerintah Kota Jayapura telah melantik sebanyak 26 pimpinan OPD sebagai pejabat definitif. Namun…
Plt Kepala PELNI Cabang Merauke Sandi mengungkapkan, KM Tatamailau yang tiba dan sandar di Dermaga…
Untuk itu, Rustan Saru meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura agar segera melakukan evaluasi menyeluruh…
Ketua Panitia Pelaksana Soleman Jambormias didampingi Wakil Ketua dan Sekretaris Panitia kepada wartawan mengungkapkan, Sidang…