Selain itu sambung dia, pemahaman generasi muda ini untuk penggunaan bahasa Ibu hanya sebatas sebagai penutur pasif. Artinya mereka hanya bisa mendengar dan mengerti namun sulit untuk berbicara menggunakan bahasa daerah.
Karena itu beberapa kegiatan yang menjurus pada buka untuk melestarikan bahasa daerah ini yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui bidang kebudayaan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pihaknya itu sebagai upaya untuk mengetahui sejauh mana penerapan bahasa ibu di kalangan siswa-siswi SD SMP maupun SMA.
Sejauh ini pihaknya baru melaksanakan kegiatan khusus di bahasa tobati, karena bahasa tobati ini juga menjadi salah satu bahasa ibu yang terancam punah dengan jumlah penuturnya yang semakin hari semakin berkurang. (roy/tri)
Page: 1 2
Bantuan yang disalurkan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar para korban, yakni berupa beras, mi instan,…
Program cetak sawah 2026 di tanah Papua masih menghadapi persoalan dalam pelaksanaannya. Meski target telah…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo didampingi Wakilnya, Rustan Saru bersama Forkopimda, aparatur sipil negara…
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, memastikan ketersediaan logistik bagi korban kebakaran di Dok…
Abisai mengatakan, dukungan terhadap para korban tidak hanya datang dari pemerintah maupun BUMN dan…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga mengatakan, pihaknya masih akan melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari)…