

Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura saat memantau kondisi cuaca di perairan Papua, Kamis (29/1) (foto:Foto/Istimewa)
JAYAPURA-Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah perairan utara Papua yang diprediksi telah berlangsung hingga Rabu (30/1) hari ini. Masyarakat, khususnya nelayan dengan kapal tradisional, diimbau untuk tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura, Heri Purnomo, S.Si, mengatakan bahwa peningkatan tinggi gelombang dan kecepatan angin di perairan Papua dipicu oleh pertumbuhan siklon tropis yang terjadi secara bergantian, serta munculnya pusat tekanan rendah di utara Papua.
Berdasarkan data BMKG, potensi gelombang tinggi dengan kategori sedang (1,25 hingga 2,5 meter) diprediksi akan terjadi di beberapa titik strategis, antara lain Perairan Kepulauan Mapia (sebelah Biak), Perairan utara dan selatan Serui, Perairan Jayapura dan perairan Sarmi-Mamberamo, Perairan barat, timur, utara, dan selatan Biak.
“Dampak dari siklon tropis ini sangat terasa, terutama pada kecepatan angin yang secara tidak langsung meningkatkan ketinggian gelombang. Kami meminta kapal-kapal nelayan waspada. Jika tidak memungkinkan, jangan memaksakan berangkat,” jelas Heri dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Kamis (29/1).
Page: 1 2
Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…
Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…
Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…
Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…
Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…
Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…