Heri menjelaskan bahwa periode November hingga Februari merupakan masa puncak musim hujan di wilayah Papua. Kondisi ini sering kali dibarengi dengan fenomena cuaca ekstrem yang muncul secara tiba-tiba akibat perubahan dinamika atmosfer.
Terkait keselamatan pelayaran, Heri menekankan bahwa kapal dengan bobot kecil sangat rentan jika kecepatan angin telah melampaui 15 knot. Meski kapal besar seperti milik Pelni cenderung lebih aman, pihak otoritas pelabuhan (KSOP) tetap memegang kendali penuh atas izin berlayar.
“Beberapa waktu lalu di Biak, KSOP sempat melarang kapal keluar pelabuhan karena kondisi yang sangat ekstrem. Untuk penyeberangan antar-pulau seperti dari Biak ke Supiori, Numfor, atau Serui, ini yang sangat perlu diwaspadai,” tambahnya. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut (LALA) dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas II Jayapura Semuel…
Penyidik juga sebelumnya telah memintai keterangan dari sejumlah saksi pasca kejadian tersebut. Ipda Teguh melanjutkan,…
Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang…
Wakil Sekretaris Jenderal PB PGRI Wijaya menyatakan, Indonesia menghadapi krisis guru yang nyata dan struktural.…
Isu reshuffle kembali menguat setelah kekosongan posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono. Hal ini…
Mantan Presiden RI Joko Widodo menegaskan bahwa anak sulungnya sekaligus Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming…