“Selama periode Januari hingga November, kami bersama instansi terkait berhasil menggagalkan pengiriman berbagai jenis burung dan hewan endemik Papua. Nilai ekonomi satwa-satwa tersebut diperkirakan mencapai jutaan rupiah, namun dampak ekologis bagi alam Papua jauh lebih tidak ternilai,” tegasnya.
Melalui pengawasan yang terus diperketat, Karantina Papua berharap dapat memberikan efek jera bagi pelaku penyelundupan satwa liar. Masyarakat juga diimbau untuk selalu melaporkan dan melengkapi dokumen resmi setiap pengiriman hewan, serta mematuhi prosedur karantina yang berlaku.
“Karantina Papua akan terus bersinergi dengan Polsek Kawasan Bandara Sentani, TNI AU Lanud Silas Papare, serta Avsec Bandara Sentani demi menjaga kelestarian ekosistem Papua,” pungkas Lutfie. (rel/fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Jayapura menunjukkan…
Pemerintah Kabupaten Keerom berkomitmen untuk melakukan pembersihan internal terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti…
Ketua DPRK Keerom, Kanisius Kango, menegaskan penyampaian hasil reses ini merupakan kewajiban konstitusional lembaga legislatif.…
Sesekali, ketika lelah menyapa, beberapa mama berdiri, menggoyangkan tubuh mengikuti irama musik, tawa pecah seketika.…
Kantor Distrik Sentani kembali dipalang oleh pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan, Kamis (23/4). Aksi…
Seleksi dilakukan langsung Pelatih Kepala Timnas Futsal Putra Indonesia Hector Souto. Pelatih asal Spayol ini…