Categories: FEATURES

Tak Hanya Buka Gerbang Kampus Tapi Bukan Gerbang Masa Depan

Menjaga Gerbang dan Menjaga Asa: Wantari, Satpam Kampus yang Tetap Kuliah Hingga S2

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina, sebuah kalimat filosofi yang menggambarkan bahwa untuk mencari ilmu tak perlu melihat usia dan keadaan. Selagi diberi kesempatan maka ambillah. Ini yang dilakukan Luh Wantari. Bekerja sebagai security namun menyelesaikan S2 di kampus yang ia jaga.

Laporan: I Putu Mardika_Bali

Pagi di kampus selalu dimulai dengan langkah yang teratur. Seragam rapi, sikap siaga, dan sapaan singkat kepada mahasiswa ataupun tamu yang datang silih berganti. Di pos keamanan itulah Luh Wantari menjalani tugasnya sebagai satpam di IAHN Mpu Kuturan (IMK). Namun di balik seragam yang ia kenakan setiap hari, tersimpan cerita lain. Nyatanya, ia juga mahasiswa magister di kampus yang sama.

Sejak Januari 2024, Wantari bekerja sebagai tenaga keamanan di lingkungan kampus. Disela tugas menjaga ketertiban, ia menata mimpinya melalui bangku perkuliahan Program Studi Pendidikan Agama Hindu jenjang S2. Keputusan melanjutkan studi lahir dari keinginannya menambah wawasan dan memperluas relasi.

Luh Wantari menjalani tugasnya sebagai satpam di IAHN Mpu Kuturan (IMK) yang kini sukses mengenyam pendidikan hingga Magister (I Putu Mardika/Bali Express)

“Tempat belajar dan tempat mencari nafkah,” ujarnya, menggambarkan makna kampus dalam hidupnya. Menjalani dua peran sekaligus bukan perkara ringan. Ia harus membagi waktu antara jadwal jaga dan kewajiban akademik.

Energi terkuras ketika tugas kampus beriringan dengan jam kerja. Belum lagi tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga dan kewajiban adat yang tetap harus dijalankan. “Tantangannya harus bisa membagi waktu karena sambil bekerja sekaligus jadi ibu rumah tangga,” tutur Wantari.

Ada momen ketika jadwal jaga berbarengan dengan bimbingan akademik. Ia harus mengatur waktu dengan cermat agar keduanya tidak terbengkalai. Namun kelelahan tidak pernah ia biarkan menjadi alasan untuk berhenti.Dukungan keluarga, terutama suami, menjadi penguat langkahnya. Restu itu memberinya keyakinan bahwa pendidikan yang sedang ditempuh bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk masa depan yang lebih baik.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Tak Hanya Kesiapan Armada dan Perlengkapan, Akses Jalan Juga Perlu Dievaluasi

   Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebutuhan penambahan armada dan fasilitas pemadam kebakaran. Menurut…

3 minutes ago

Percepatan Rehablitasi dan Rekonstruksi Pasca Konflik di Wouma Menkopojukan Gelar Rakor

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) Republik Indonesia, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor)…

1 hour ago

Seni Budaya dan Kuliner Bisa Jadi Kekuatan Pariwisata Kabupaten Jayapura

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Papua, Nicky Mehue, mengatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten…

2 hours ago

Hutan Sagu Khalkote, Wisata Alam yang Kini Dikembangkan

Bupati Jayapura Yunus Wonda mengatakan, Kalkote memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu tujuan…

3 hours ago

Dua PKBM di Merauke Siap Ditutup

Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Romanus Kande Kahol, mengatakan, hasil sidak  menunjukkan bahwa…

4 hours ago

Penanganan Karhutla di Jayawijaya Terhalang Fasilitas

Kabid Damkar Pemkab Jayawijaya Karman mengakui selama penangan karhutla pada musim kemarau ini, damkar Jayawijaya…

5 hours ago