Categories: METROPOLIS

Dianggap Meresahkan, Meriam Kaleng Dirazia

JAYAPURA-Anggota Polsek Abepura yang dipimpin Kanit Lantas Polsek Abepura Ipda  Adhita R. Lescahya SH. MH dan diikuti 5 Anggota Piket Fungsi Polsek Abepura merazia penjual alat  meriam di Jalan Raya Abepura, tepatnya samping Toko Kalam Hidup Kelurahan Kota Baru Distrik Abepura, Selasa (28/11) malam. Pelaku bersama sejumlah barang bukti meriam kaleng yang dijual berhasil diamankan.

  Pengamanan terhadap pelaku dilakukan atas adanya laporan warga yang mengaku resah dengan bunyi meriam yang dimainkan oleh anak-anak baik di komplek perumahan maupun pinggir jalan raya yang dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan.

  Dimana  akibat keresahan itu, sejumlah warga  melaporkan penjual meriam tersebut ke Pihak Polsek Abepura guna untuk dilakukan penertiban terhadap barang barang yang diduga untuk meracik meriam.

  Dari hasil penertiban tersebut pihak polsek Abepura berhasil mengamankan penjual alat peracik meriam berinisial HK (39). Serta mengamankan puluhan meriam kaleng dan barang barang yang diduga sebagai alat peracik meriam.

  “Dari tangan pelaku kami 28 buah meriam kaleng, dan 26 botol spiritus, serta 40 buah korek api,” kata Kapolsek Abepura kepada Cendrawasih pos melalui rilis tertulisnya, Selasa malam.

  Diapun mengatakan terhadap penjual  meriam tersebut, tidak dilakukan sanksi hukum, namun hanya sebatas teguran, dengan memusnahkan seluruh alat bukti yang ada. “Sanksinya untuk sementara hanya bersifat teguran, nanti kalau masih menjual alat peracik meriam lagi, maka akan ditindak secara hukum,” tegasnya.

  Pihak Polsek, lanjut Kapolsek Soeparmanto, akan melakukan pengembangan terhadap penjualan alat peracik meriam. “Bagi masyarakat yang mengetahui lokasi penjualan alat peracik meriam, mohon laporkan ke kami, nanti akan kami tindak sesuai aturan yang ada,” tandasnya.

  Diapun mengatakan saat melakukan pengamanan terhadap penjual meriam tersebut pihaknya menemukan banyak anak-anak sedang bermain meriam. “Sempat kita kejar,  namun berhasil melarikan diri,” ujarnya.

  Terkait persoalan ini, Soeparmanto mengimbau masyarakat khususnya orang tua, agar menegur anak-anaknya untuk tidak bermain meriam. Sebab hal itu selain akan mengganggu ketenangan masyarakat lain, tapi juga akan berdampak fatal bagi anak anak tersebut.

  ‘Sangat fatal, apalagi kalau melepaskan bunyinya itu di pinggir jalan, banyak kasus di luar sana jatuh dari motor karena kaget dengan bunyi meriam, selain itu banyak kasus juga anak anak ditabrak oleh pengendara, jadi kita sebagai orang tua wajib menegur anak anak agar tidak bermain meriam,” imbuhnya. (rel/tri)

Tegar Cepos

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

12 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

13 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

14 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

15 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

16 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

17 hours ago