Categories: METROPOLIS

PH Menilai, JPU Tak Cermat dan Diskriminasi

Sementara itu, Panji Agung Mangkunegoro dalam keterangannya di ruang sidang menyatakan setuju atas proses hukum yang dijalani. Ia menduga kasus ini digulirkan dengan nuansa politik pasca Pilkada.

“Penangkapan saya 17 Maret, tapi sidang baru jalan berbulan-bulan kemudian. Saya curiga kasus ini sengaja diputar-putar untuk meliput kasus yang lebih besar. Padahal, saya hanya menyuarakan dugaan penyimpangan Dana BOS di SMA Negeri 1 Keerom,” tegas Panji kepada wartawan usai menjalankan persidangan.

Panji mengaku laporan yang ia bawa berasal dari guru, murid, dan orang tua di sekolah tersebut. Menurutnya, ada indikasi korupsi dalam pengelolaan anggaran, seperti pembayaran yang tidak sesuai realisasi.

“Ini bukan persoalan pribadi. Saya bicara karena kepala sekolah adalah pengguna anggaran. Saya ingin agar Dana BOS benar-benar transparan demi kepentingan murid dan guru,” ujarnya.

Sebagai informasi sidang lanjutan yang menjerat Panji Agung Mangkunegoro kembali digelar di Pengadilan Negeri Jayapura pada, Selasa 30 September 2025 mendatang dengan agenda mendengarkan jawaban esepsi dari JPU.

“Sidang lanjutan dengan agenda menjawab esepsi dari penasehat hukum oleh jaksa penuntut umum, pada Selasa 30 September 2025 depan,” lanjut Zaka menutupi. (jim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Percepat Pemulihan Listrik di Sumatera, Pemerintah Kirim 1.000 Genset

Pengiriman genset menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara telah mulai dilakukan pada Sabtu (27/12).…

1 day ago

Jangan Abaikan Anak di Malam Pergantian Tahun

Oleh karena itu, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, Deli Lusyana Watak…

1 day ago

Bawa Ganja, Seorang Pelajar SMA Dibekuk

Pengungkapan kasus pertama dilakukan sekitar pukul 15.30 WIT di ruang tunggu Pelabuhan Laut Jayapura, Distrik…

1 day ago

Pertamina Blokir 16 Ribu Lebih Barcode BBM Subsidi

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, mengatakan pemblokiran tersebut dilakukan…

1 day ago

Kesadaran Untuk Taati Aturan Buang Sampah Masih Rendah

Andre (45) salah satu petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Jayapura yang…

2 days ago

Tinggal Tiga Hari, Dana Rp300 Miliar Belum Terserap

Menurutnya, hasil pemantauan dan evaluasi langsung di lapangan menunjukkan masih adanya ketidaksesuaian antara laporan administrasi…

2 days ago