Ia menerangkan, pendapatan BLUD diperoleh dari pengajuan klaim ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), biaya sewa unit bisnis yang berada di lingkungan RSUD Jayapura, portal parkir, biaya penelitian.
“Termasuk didapatkan dari jasa pelayanan dan anak-anak mahasiswa yang praktek di RSUD Jayapura wajib membayar ke rumah sakit,” sambungnya.
Sedangkan, anggaran rumah sakit yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua, sebesar Rp27 miliar. Dengan anggaran yang bersumber dari BLUD dan APBD tersebut, namun hingga saat ini rumah sakit milik pemerintah ini kerap mengalami kekosongan obat-obatan yang disebabkan beragam faktor.
“Persoalan obat-obatan, kita tidak menyerah. Kita akan meminta bantuan kepada Kementerian Kesehatan,” pungkasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Dengan posisi sebagai ekonomi terbesar di kawasan dan anggota G20, ia menyebut bahwa Indonesia memiliki…
Ia menyebutkan bahwa tahapan pendaftaran dibuka pada bulan Februari bulan depan. Bahkan jumlah formasi yang…
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jayapura, Boby Awi menjelaskan bahwa kenaikan target tersebut seiring…
Menurutnya, LHP yang diserahkan bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi cerminan sejauh mana pengelolaan keuangan…
Pelantikan sejumlah staf khusus ini oleh Fakhri menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Lantaran,…
"Total seluruh penduduk di wilayah Papua sebanyak 4,58 juta jiwa. Untuk Provinsi Papua sebanyak 1,10…