

Boy Markus Dawir berfoto di depan ruang Cyber Polda Papua saat melapor, Minggu (8/3)
JAYAPURA – Setelah sebelumnya nama Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai disebut-sebut terlibat dalam pencarian anggaran Rp 44 miliar dari dana cadangan hingga menumbuhkan pertanyaan publik terkait urgensi dan perda yang dihasilkan, kini sosok lain kembali diterpa kabar tak sedap.
Mantan anggota DPR Papua, Boy Markus Dawir (BMD) juga “diserang” lewat postingan di media sosial. Postingan itu menyebut bahwa BMD diduga melakukan korupsi dana hibah pembangunan rumah ibadah atau gereja. Dari postingan tersebut wajah politisi yang sempat maju dalam bursa wali kota tersebut ditempel dominan sehingga sangat menarik perhatian.
Setelah itu beberapa gambar video bangunan gereja berserta narasi perincian dana yang telah digunakan untuk pembangunan gereja tersebut. Disebutkan bahwa angka dana hibah yang sudah diterima adalah Rp 24 miliar lebih. Akun bernama Stevennn ini juga mempersilahkan BMD untuk memberikan klarifikasi kepada publik baik nilai maupun informasi yang beredar
Terkait ini BMD langsung membuat laporan ke Cyber Polda Papua pada Minggu (8/3). “Kami sudah menindaklanjuti postingan yang menurut saya berisi fitnah dan mencemarkan nama baik. Sudah kami laporkan ke Cyber Polda untuk menelusuri akun-akun baik di Tiktok, Facebook maupun grup-grup WA. Kami meminta pak Kapolda dan Direktur Cyber bisa segera menindaklanjuti ini,” kata BMD, usai membuat laporan.
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…