Categories: METROPOLIS

Kelangkaan Obat di Rumah Sakit Masih Jadi PR

JAYAPURA – Kelangkaan obat di rumah sakit menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam kegiatan Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) ke-III dan Workshop yang digelar Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit Indonesia (Hisfarsi) Papua, Sabtu (26/4).

Melalui workshop tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Papua, Arry Pongtiku berharap bisa menjadi momentum memperbarui pengetahuan para apoteker rumah sakit. Tujuannya agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih tepat sasaran dan efisien.

“Efisiensi itu bukan soal murah. Melainkan bagaimana kebutuhan pasien terpenuhi dengan tepat, dan tidak ada obat yang mubazir atau kedaluwarsa,” kata Arry.

Ketua Hisfarsi Papua, Apt.Minar PL Manik mengatakan seiring berkembangnya pelayanan kefarmasian di rumah sakit khususnya era efisiensi ini, apoteker harus mampu memberikan pelayanan yang optimal.

“Seperti kita ketahui bahwa sempat beberapa waktu lalu viral di media sosial di Jayapura terkait kelangkaan logistik atau kekosongan obat di beberapa rumah sakit. Hal ini menjadi PR besar apoteker di rumah sakit untuk menemukan solusi terkait masalah tersebut,” ungkap Minar.

Dijelaskan, salah satu fokus topik yang erat kaitannya dengan ketersediaan logistik baik obat maupun Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) adalah pengelolaan manajemen farmasi dengan modal dana klaim BPJS.

  “Apoteker RS berkewajiban menjawab tantangan-tantangan tersebut, salah satunya melalui update ilmu bersama yang sekarang akan kita ikuti dalam workshop hari ini, strategi dalam pengendalian obat dan alat kesehatan baik di instalasi farmasi RS maupun di fasilitas kesehatan lainnya seperti apotek maupun puskesmas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PD Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Papua, Edward Sihotang menyoroti keluhan masyarakat terkait kekosongan obat. Menurutnya, tidak jarang pasien BPJS harus mencari obat di luar rumah sakit karena stok kosong.

“Ini menjadi pekerjaan rumah besar. Kami laporkan sebagai bahan diskusi agar masyarakat bisa terlayani lebih baik,” pungkasnya. (fia/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Tersangka Sakit, Kasus Ibu Bakar Anak Dibantarkan

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan mengatakan hingga saat ini proses hukum terhadap kasus tersebut…

36 minutes ago

7 Kebiasaan Setelah Makan yang Ternyata Kurang Baik untuk Kesehatan

Sebagian kebiasaan tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari sehingga sering dianggap aman. Padahal, jika dilakukan terus-menerus,…

3 hours ago

Biaya Latsarmil Calon Manajer Koperasi Desa Capai Rp30 Juta/Orang

Berdasarkan data yang diungkapkannya, total biaya pelatihan untuk satu orang calon manajer koperasi mencapai angka…

4 hours ago

Prabowo Sebut Dapur MBG Polri Diakui Lembaga Dunia

Presiden Prabowo Subianto kembali memuji dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi…

5 hours ago

Semarak Piala Dunia, BMP-RI Gelar Aksi Sosial dan Budaya Wujud Nyata Kepedulian

Berdasarkan data yang dihimpun Cenderawasih Pos di lokasi acara tersebut, melaksanakan sejumlah agenda utama diantaranya;…

6 hours ago

Sepak Terjang Hakim Andi Saputra, Eks Jurnalis yang Berani Dissenting Opinion Vonis Nadiem Makarim

Namun, putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta…

7 hours ago