Categories: METROPOLIS

Pernyataan Menteri Investasi Dipersoalkan

JAYAPURA-Menteri Investasi Bahlil Lahadalia kembali disorot, hal ini terkait dengan perkataannya yang menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo sangat mencintai rakyat Papua. Oleh karenanya, ia meminta masyarakat Papua untuk sadar diri.

   Pernyataan itu disampaikan Bahlil di puncak acara Sail Teluk Cenderawasih, Biak Numfor, Papua, yang dihadiri Presiden Joko Widodo pada Kamis (23/11) ini pun, kini dipersoalkan.

  Dimana, atas pernyataan Bahlil itu, Direktur LBH Papua, Emanuel Gobay mendesak Bahlil untuk minta maaf. “Warga Papua yang harus tahu diri, ataukah Bahlil yang harus tahu diri atas kebaikan Jokowi,” tegas Emanuel kepada Cenderawasih Pos, Minggu (26/11) malam.

  Menurut Emanuel, pemenuhan hak ekonomis, sosial dan budaya kepada warga Papua adalah kewajiban konstitusional NKRI melalui Presiden selaku Kepala Pemerintahan Republik Indonesia kepada warga Papua.

  “Sesuai dengan perintah ketentuan perlindungan, penghormatan, pemajuan HAM merupakan tanggungjawan negara melalui Pemerintah. Sebagaimana diatur pada Pasal 28 ayat (4) UUD 1945,” terang Emanuel.

  Pernyataan yang dilontarkan Bahlil ini pun, lanjut Emanuel,  secara langsung melahirkan pertanyaan tersendiri terkait apa maksud Menteri kabinet Jokowi itu dalam sebuah media menyatakan bahwa warga Papua tahu diri atas kebaikan Jokowi.

   Menurut Emanuel, semestinya Bahlil secara pribadi yang tahu diri atas kebaikan Jokowi. Sebab, dalam periode kedua Jokowi menjabat sebagai Presiden. Telah menjadikan Bahlil sebagai Mentri dalam kabinetnya.

  Sementara itu, salah satu masyarakat, Paus Maling mengatakan, narasi Bahlil terkait ‘Masyarakat Papua sadar diri atas kebaikan Jokowi’ tidak tepat disampaikan kepada masyarakat Papua. “Justru sebaliknya, Jokowi dan pemerintah pusat yang harus sadar diri atas kebaikan orang Papua kepada negara ini dari sisi teritorialnya dan SDA nya yang telah, sedang dan akan diambil untuk kepentingan Indonesia,” tegasnya.

  Ia pun meminta Bahlil untuk klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf kepada publik Papua. (fia/tri)

Tegar Cepos

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

3 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

3 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

3 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

3 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

3 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

3 days ago