

WISUDA-Dua lulusan dari STFT Izaak Samuel Kijne saat foto bersama usai mengikuti acara wisuda di kampus mereka beberapa waktu lalu. Hingga kini jumlah lulusan sarjana di Kota Jayapura tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang tersedia, yang memicu bertambahnya penggangguran. (Karel/Cepos)
JAYAPURA-Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan (Disnaker) Kota Jayapura Djoni Naa menyampaikan terhitung sejak tahun 2022-2023 jumlah angka pengangguran di Kota Jayapura, sebanyak 10.523 angka pengangguran. Jumlah tersebut relatif lebih baik, dibandingkan 3 tahun sebelumnya yang jumlahnya mencapai 15 ribu pengangguran atau pencari kerja.
“Pemekaran DOB salah satu faktor, turunnya angka penggangguran di Kota Jayapura,” katanya, Kamis (23/11).
Dari keseluruhan jumlah angka penggangguran di Kota Jayapura, paling tinggi didominasi lulusan Sarjana, dibandingkan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat dan Sekolah Menegah Pertama (SMP).
Hal itu disebabkan karena jumlah lulusan dari berbagai perguruan tinggi tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. “Misalnya Universitas Cendrawasih jangka waktu satu tahun bisa 3 kali wisuda, pun juga Kampus lain. Sayangnya hal ini tidak sebanding dengan penyediaan lapangan pekerjaan bagi mereka (Sarjana red),” bebernya.
Untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, pihak telah melakukan berbagai upaya salah satunya dengan membuka program padat karya. “Tujuannya untuk membantu masyarakat yang berekonomi lemah menghadapi inflasi akhir tahun, maupun jelang hari raya kebesaran. Selain itu untuk menekan angka stunting di Kota Jayapura,” ujarnya.
Lebih lanjut dia jelaskan, angkatan kerja di Kota Jayapura sampai saat ini sebanyak 210 ribu. Hal itu dihitung dari usia 17-60 tahun. “Yang urus kartu kuning di Disnaker Kota Jayapura sampai November 2023 ada sebanyak 10.523 orang, hal inilah yang kita catat sebagai angka pengganguran kita di Kota Jayapura,” ujarnya.
Diapun mengharapkan dengan adanya pemekaran DOB, serta dorongan lain yang diupayakan oleh Dinsaker Kota Jayapura, maka tahun 2024 mendatang angka pengangguran di Kota Jayapura semakin ditekan menurun. “Kita terus berupaya sehingga tahun 2024, tidak naik, tapi jumkahnya harus menurun,” pungkasnya. (rel/tri)
Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…
Bisakah Persipura menjawab dahaga publik yang sudah empat tahun menunggu agar bisa tampil di kancah…
Meski sebagai tim tamu, Ade merasa anak asuhnya tak gentar sama sekali. Ia mengaku pemainnya…
Perjalanan karier Asker Nazhafaliev di sepak bola profesional terbilang relatif singkat dan tidak diwarnai nilai…
Ketua panitia penyelenggara pertandingan Persipura Jayapura, Alberto Itaar, mengatakan bahwa pertandingan play-off promosi Persipura versus…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memfasilitasi nonton bareng (nobar) pertandingan Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC pada…