Categories: METROPOLIS

Pasar Terapung Jadi Daya Tarik Utama

Wali Kota Dorong Promosi Potensi Lokal dan UMKM

JAYAPURA – Kehadiran pasar terapung dalam rangkaian Pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Jayapura menjadi salah satu daya tarik utama yang menyedot perhatian masyarakat yang berlangsung di depan kantor Gubernur Papua, Sabtu (25/7).

   Sejak pagi, ratusan warga memadati kawasan pasar terapung untuk menikmati beragam kuliner khas Papua, hasil perikanan, hingga berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dipasarkan langsung oleh para pelaku usaha.

   Konsep pasar terapung yang memanfaatkan perahu-perahu sebagai lapak jualan menghadirkan suasana berbeda dibandingkan pasar pada umumnya. Selain menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi wadah promosi bagi produk-produk unggulan Kota Jayapura yang memiliki nilai ekonomi dan budaya.

   Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo mengatakan antusiasme masyarakat terhadap pasar terapung menunjukkan bahwa kegiatan tersebut memiliki prospek besar untuk terus dikembangkan sebagai agenda tahunan Pemerintah Kota Jayapura.

   “Kita melihat antusiasme masyarakat terhadap pasar terapung sangat baik. Ke depan kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin karena selain memberikan hiburan, juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Abisai.

   Menurutnya, pasar terapung bukan sekadar tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi potensi lokal yang dimiliki Kota Jayapura. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat lebih mengenal sekaligus mencintai produk-produk hasil karya pelaku UMKM maupun hasil alam dari wilayah pesisir.

   Ia menilai masih banyak potensi lokal yang dapat dipasarkan melalui konsep pasar terapung, mulai dari hasil tangkapan nelayan seperti ikan segar, ikan asap, udang, kepiting, dan aneka hasil laut lainnya.

  Selain itu, berbagai pangan lokal seperti sagu, papeda, keladi, ubi, pisang, buah-buahan lokal, serta olahan makanan tradisional khas Papua juga memiliki peluang besar untuk diperkenalkan kepada masyarakat maupun wisatawan.

  Tidak hanya produk pangan, pasar terapung juga dapat menjadi etalase bagi kerajinan tangan khas Papua, seperti noken, ukiran kayu, anyaman, aksesori berbahan alam, hingga berbagai produk ekonomi kreatif yang dibuat oleh masyarakat lokal.

  Menurut Abisai, jika dikelola secara baik, kegiatan tersebut akan menjadi wadah yang mampu mempertemukan pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas. “Pemerintah ingin masyarakat tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga mengenal kekayaan budaya, kuliner, dan hasil karya masyarakat Kota Jayapura. Dengan begitu, perputaran ekonomi dapat meningkat dan para pelaku UMKM memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkembang,” katanya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

21 minutes ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

1 hour ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

2 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

3 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

4 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

5 hours ago