Akibatnya banyak lapak pedagang yang terendam banjir. Selain itu, juga berpengaruh pada jumlah pengunjung. “Kalau hujan selalu saja pedagang mengeluh sepi pembeli, jadi kita berupaaya mengusulkan kepada pemerintah agar dibuat lebih bagus,” ujarnya.
Pihaknya telah mengkroscek, atas usulan itu kepada pemerintah, pemerintah pun melaporkan bahwa usulan itu telah diajukan kepada DPRD. “Laporan yang kami terima dari Dinas PUPR, bahwa laporan kami, sudah disampaikan ke DPRD, nantinya di tahun 2024 akan dianggarkan,” bebernya.
Yati mengharapkan jika pembangunan drainase dan penimbunan jalan, dapat mengurangi resiko banjir di Pasar Youtefa Abepura. “Nantinya kita akan timbun, semua ruas jalan, timbunannya pun agak tinggi,” kata Yati. (rel/tri)
Page: 1 2
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…
Prarekonstruksi memperagakan rangkaian dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses tersebut turut disaksikan…
Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan surat edaran gubernur yang baru untuk memperkuat pengawasan masuknya telur antarpulau…
Kondisi itu memicu kekecewaan Panja Pelayanan Publik DPRK Kota Jayapura. Bahkan, panja menilai ketidakhadiran…