Turkam ini, kata Evert, bagian dari program 100 hari kerja Walikota, namun semua rangkaian pelaksanaannya tidak lepas dari visi-misi walikota. “Antara visi-misi dan program Tourkam ini akan berkesinambungan, tentunya dengan tujuan yang sama untuk membangun dan kesejahteraan masyarakat kota khususnya kampung-kampung adat,” tuturnya.
Dalam Turkam ini juga permasalahan yang warga di kampung disampaikan secara terperinci. “Kita ambil contoh soal dana kampung, bukan hanya transparansi pertanggung jawaban saja yang masyarakat butuhkan, tetapi dalam pengelolaan baik berupa bantuan maupun pekerjaan, semu diharapkan libatkan masyarakat kampung,” ungkapnya.
Persoalan seperti ini yang sulit diidentifikasi biasanya yang disampaikan soal transparansi pengelolaan keuangan. “Inilah salah satu tujuan bapa Walikota lewat program Turkam ini, melihat lebih dalam persoalan yang ada bukan hanya formalitas,” tegasnya.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…