

Forum diskusi antara pemerintah, LSM, dan peran media dalam pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di Papua, Kamis (24/9). (foto: Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Papua mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di Papua, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Ketua Pengurus Daerah PKBI Papua, Ir. John Wicklif Tegai, mengatakan upaya penanganan HIV/AIDS saat ini masih terlihat aktif di Kota Jayapura. Sementara di tingkat Provinsi Papua, isu HIV/AIDS dinilai perlu kembali mendapat perhatian dalam arah kebijakan pemerintah daerah.
Menurutnya, isu kesehatan reproduksi perempuan dan anak perlu menjadi perhatian karena memiliki keterkaitan dengan berbagai persoalan kesehatan, termasuk stunting. “Kalau kesehatan reproduksi dimaksimalkan, bukan saja berdampak positif terhadap kesehatan perempuan dan anak, tetapi juga dapat berkontribusi dalam menekan stunting,” jelas John.
Ia mengatakan, PKBI bersama organisasi masyarakat sipil dan media kembali mendorong pentingnya pelaksanaan kontrak sosial dalam penanganan HIV/AIDS sesuai ketentuan yang berlaku. John menilai kolaborasi menjadi semakin penting di tengah efisiensi anggaran yang berdampak pada kemampuan pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program.
Page: 1 2
Momen ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan Pramuka di Kabupaten Keerom setelah sempat vakum selama…
Penertiban dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas penjualan Boplas yang dinilai meresahkan.…
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…