Atas dasar itu, maka masyarakat diminta memilih pemimpin yang memiliki kualitas ataupun elektabilitas yang tinggi. Sebab jika masyarakat salah memilih, maka pembangunan di Papua akan berjalan ditempat.
“Kita akan tetap berhadapan dengan fenomena kemiskinan, ketertinggalan dan persoalan serius lainnya,” tandasnya.
Menurut Thomas, pemimpin yang dibutuhkan di Papua adalah pemimpin yang visioner, pemimpin yang merakyat, dan populis dan yang paling utama adalah pemimpin yang jujur.
Tidak hanya itu bagi bakal calon yang ada di Papua harus berani mengambil sikap yang tegas dalam setiap kebijakan. Sebab menurut pengacara muda asal Papua itu, banyak orang Papua yang hebat, namun sayang tidak mampu menjadi tolok ukur untuk sebuah pembangunan.
Padahal selain didukung SDM, Papua juga memiliki kekhususan lewat UU Otsus. Sayangnya semenjak UU itu terbentuk pelaksanaanya sampai saat ini masih belum maksimal. Padahal jika Otsus ini dikelola dengan baik, maka Papua akan lebih maju dari daerah lain.
“Saatnya, masyarakat harus berani menjadi penentu pembangunan Papua untuk 5 tahun kedepan,” tegas Thomas. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Sarles mengatakan evaluasi program menjadi penting untuk memastikan penanganan stunting berjalan lebih cepat, terarah,…
Rustan menilai stunting masih menjadi salah satu pekerjaan rumah Pemerintah Kota Jayapura yang membutuhkan…
Kegiatan tersebut melibatkan pengelola perpustakaan dari berbagai jenjang dan lingkungan, mulai dari perpustakaan SD/MI,…
Menurut Rustan, kebutuhan dasar sekolah, khususnya makanan dan bahan baku, sedapat mungkin dapat dipenuhi…
Tujuh ASN Papua akan membawa nama daerah dalam ajang MTQ VIII Korps Pegawai Republik Indonesia…
Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…