Dia menambahkan di Papua masih terdapat banyak hambatan birokrasi yang menghambat penanganan pasien. “Kami meminta permohonan maaf kepada keluarga korban dan ini menjadi pembelajaran penting bagi pemda untuk memperbaiki sistem secara berkelanjutan demi menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Papua,” ujarnya.
Seperti diketahui, telah terjadi kematian ibu hamil dan bayinya yang diduga meninggal dunia akibat lemahnya pelayanan rumah sakit.
Almarhumah Irene Sokoy dan bayi yang dikandungnya meninggal pada Senin (17/11/2025) dini hari, sekitar pukul 05.00 WIT. Keduanya menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan bolak-balik menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura, setelah sebelumnya ditolak di beberapa rumah sakit di Kabupaten dan Kota Jayapura.
Sebelumnya, Gubernur Papua Mathius Fakhiri bersama Penjabat (Pj) Sekda Papua Chistian Sohilait dengan instansi terkait saat mengunjungi rumah almarhumah Irene Sokoy yang bertempat di Kampung Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (21/11). (antara)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Partisipasi pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dalam Festival Sagu yang diselenggarakan oleh Kementerian…
Cuaca ekstrem di dataran Kabupaten Mimika, Papua Tengah memicu tanah longsor yang memutus akses vital…
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan situasi keamanan…
Kertua Komisi II DPR Provinsi Papua Selatan Yulians Charles Gomar memberikan tanggapan terkait dengan persoalan…
Nah, di grup barat saat ini Garudayaksa memimpin klasemen dengan 49 poin, sementara Adhyaksa menguntit…
Larangan membawa HP ke sekolah tersebut, lanjut dia, karena anak-anak tidak akan fokus belajar terlebih…