

JAYAPURA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Dok II Jayapura mengeluarkan peringatan terkait gelombang tinggi yang akan terjadi di Samudera Pasifik Utara Papua.
Peringatan waspada potensi gelombang tinggi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Jayapura, Heri Purnomo, S.Si, saat dihubungi Cenderawasih Pos, Rabu (23/10).
“Berdasarkan informasi terkini, Siklon Tropis Trami terpantau berada di Perairan timur laut Filipina, yang menyebabkan terbentuknya wilayah konvergensi di Samudra Pasifik Barat yaitu di wilayah Perairan Utara Indonesia,” jelas Heri.
Heri menambahkan bahwa, kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif dan awan hujan di wilayah Samudera Pasifik Utara Papua hingga Laut Selebes.
“Kami menginformasikan adanya peningkatan kecepatan angin di Samudera Pasifik Utara Papua, yang dapat mencapai 25 knot. Hal ini juga berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di wilayah tersebut,” ungkapnya.
Heri menyampaikan, dari hasil pengamatan gelombang atmosfer, Madden Julian Oscillation (MJO) terpantau aktif di Fase 5, ditambah dengan nilai OLR (Outgoing Longwave Radiation) yang rendah. Ini menunjukkan adanya banyak awan dan curah hujan yang tinggi, yang dapat menyebabkan peningkatan intensitas hujan dan kondisi cuaca yang lebih tidak stabil di wilayah perairan utara Papua.
MJO merupakan suatu gelombang atau osilasi non seasonal yang terjadi di lapisan troposfer yang bergerak dari barat ke timur dengan periode osilasi kurang lebih 30-60 hari. Fenomena ini sangat berdampak terhadap kondisi anomali curah hujan di wilayah yang dilaluinya.
Page: 1 2
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…