

Para petugas dari Dinas Perhubungan Kota Jayapura saat menerima retribusi parkir dari para pengunjung pasar di pintu keluar pasar Otonom, Rabu (23/4) (FOTO:Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Setelah dilakukan penertiban, pasar Otonom Kotaraja mulai tertata rapi. Hal ini diikuti dengan penerapan penarikan retribusi, yang merupakan pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang disediakan oleh Pemkot Jayapura.
Penarikan retribusi ini bertujuan untuk membiayai pengelolaan dan pemeliharaan pasar yang sudah tertata rapi tersebut. Di pasar Otonom, setelah sering dilakukan penertiban oleh pemerintah, perlahan sudah mulai kelihatan rapi dan tertata.
Los dalam pasar pun mulai terisi penuh. Para pedagang yang sering jualan di pinggir jalan sekitar pasar nampak tak kelihatan lagi. Dari pantauan Cenderawasih Pos, Rabu (23/4) sepanjang jalan utama masuk pasar Otonom terlihat dipasang Satpol-PP Line. Tak hanya itu sejumlah petugas dari Dinas Perhubungan Kota Jayapura berjaga ketat disetiap pintu masuk dan keluar dari pasar itu.
Hal tersebut dilakukan agar pasar Otonom tertata rapi dan kondusif, nyaman bagi yang pengunjung untuk berbelanja memberi kesan yang baik di mata pengunjung. Namun kondisi jalan di dalam pasar terkesan masih jauh dari kata layak. Sebagian jalan terlihat licin dan berlumpur serta dibeberapa titik tanpak tertibun air.
“Kita berharap kepada semua untuk terus menjaga lingkungan agar tetap rapi dan nyaman bagi siapa saja yang datang,” Yeri (30) warga yang melintas di sekitar pasar Otonom.
Yeri mengungkapkan, harapannya kepada pemerintah kota agar pasar itu sama dengan. Pasar di daerah lain ,kebijakan dan aturan di ikuti. Menurutnya, kondisi pasar yang baik dan terorganisir itu sangat penting memberi kenyamanan baik bagi penjual maupun pembeli.
Terutama kata Yeri, kebersihan di wilayah tersebut menjadi indikator penilaian dan cerminan kebijakan yang dibuat. Ketegasan petugas untuk tertibkan lapak dibutuhkan jangan ada pembiaran.
Page: 1 2
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…
Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…
Ia menjelaskan, tambahan DAU tersebut berkaitan dengan kebutuhan belanja kepegawaian yang belum terselesaikan. Di…