“Saat ini Pemkot Jayapura melalui kami (DPMK) sedang melakukan pendampingan untuk verifikasi dokumen perencanaan dalam rangka penyediaan pangan di masing-masing Bumdes,” lanjutnya.
Makzi Lazarus Atanay menambahkan, jika perencanaan di kampung masih kurang dengan ketersediaan anggaran DD, bisa digunakan sumber anggaran yang lain seperti, Alokasi Dana Kampung (ADK) atau BHPRD.
“Karena, 20% yang dianjurkan Kementerian Desa ini sebenarnya nilai minimal, syukur kalau lebih dari itu, tentu menyesuaikan juga dengan program yang lainnya,” pungkasnya.
Pada prinsipnya Pemkot Jayapura mendukung penuh program swasembada pangan dan makan gizi gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto yang melibatkan Menteri Desa dan komponennya.
Salah satunya dengan menguatkan peran Badan Usaha Milik Desa, koperasi dan badan usaha yang lainnya di daerah. Dengan begitu, BUMDes tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal tetapi juga berkontribusi dalam penyediaan bahan pangan yang berkualitas untuk mensukseskan Program MBG ini. (kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Aiptu Yunus Maturutty menjelaskan, awalnya pelaku diduga melakukan persetubuhan atau rudakpaksa terhadap korban sesuai laporan…
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey mengatakan, kasus terbaru terjadi pada 16 Desember 2025.…
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan belum mendapatkan data terakhir sudah berapa sekolah yang telah…
Ardhiana mengatakan, keempat ekor burung tersebut diangkut secara ilegal dan tidak diketahui identitas pemiliknya. Ia…
Pengelola APMS Putra Baliem Mandiri Magi Pasaribu menegaskan putusan hukum tertinggi itu bersifat final dan…
Kota Jayapura jadi penyelenggara setelah mendapat kepercayaan dari The Japan Foundation Jakarta. Dalam festival…