“Saat ini Pemkot Jayapura melalui kami (DPMK) sedang melakukan pendampingan untuk verifikasi dokumen perencanaan dalam rangka penyediaan pangan di masing-masing Bumdes,” lanjutnya.
Makzi Lazarus Atanay menambahkan, jika perencanaan di kampung masih kurang dengan ketersediaan anggaran DD, bisa digunakan sumber anggaran yang lain seperti, Alokasi Dana Kampung (ADK) atau BHPRD.
“Karena, 20% yang dianjurkan Kementerian Desa ini sebenarnya nilai minimal, syukur kalau lebih dari itu, tentu menyesuaikan juga dengan program yang lainnya,” pungkasnya.
Pada prinsipnya Pemkot Jayapura mendukung penuh program swasembada pangan dan makan gizi gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto yang melibatkan Menteri Desa dan komponennya.
Salah satunya dengan menguatkan peran Badan Usaha Milik Desa, koperasi dan badan usaha yang lainnya di daerah. Dengan begitu, BUMDes tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal tetapi juga berkontribusi dalam penyediaan bahan pangan yang berkualitas untuk mensukseskan Program MBG ini. (kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua menilai pendekatan keamanan dalam penanganan konflik…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan hari ke enam ini…
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyatakan satuan tugas TNI…
Menurut Abisai Rollo, tingginya angka kebakaran dalam beberapa waktu terakhir harus menjadi perhatian serius semua…
Para Gubernur dan Bupati/Wali Kota se-Tanah Papua melakukan Forum Koordinasi Strategi Percepatan Pembangunan. Pertemuan ini…
Gubernur Papua Matius D Fakhiri meminta masyarakat adat dilibatkan dalam pengelolaan saham PT Papua Divestasi…