

Sarles Brabar (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua memperkuat langkah penanganan stunting dengan mendorong kolaborasi lintas sektor dan memastikan intervensi dilakukan berdasarkan data yang akurat hingga tingkat keluarga.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar, dengan Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, di Kantor Gubernur Papua, Rabu (19/8).
Sarles mengatakan evaluasi program menjadi penting untuk memastikan penanganan stunting berjalan lebih cepat, terarah, dan tepat sasaran. Koordinasi juga diperkuat dengan pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, perbankan, serta berbagai mitra pembangunan.
“Gubernur memiliki perhatian terhadap program kolaborasi dalam penanganan stunting. Karena itu, berbagai kebijakan dan perkembangan program perlu segera dilaporkan agar pelaksanaannya dapat berjalan lebih cepat dan terarah,” kata Sarles.
Menurutnya, salah satu hal yang harus segera dibenahi adalah penyamaan data antara BKKBN dan Dinas Kesehatan. Perbedaan data berpotensi menghambat pemerintah dalam menentukan sasaran dan bentuk intervensi yang tepat.
Page: 1 2
Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon Okto Dorinus Manik membahas…
Di tengah pilihan pekerjaan yang kerap dikaitkan dengan gelar sarjana, Rio justru mengambil jalan…
Direktur Reserse Narkoba Polda Papua, Kombes Pol. Alfian, mengatakan operasi ini merupakan bagian dari…
Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua menyatakan komitmen penuh untuk membantu percepatan penanganan banjir di Kota…
Wakil Walikota Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM, mengaku hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot)…
Fenomena udara yang menyelimuti kawasan Kota dan Kabupaten Jayapura belakangan ini dipastikan murni merupakan fenomena…