“Di sekolah kampung ini anak-anak belajar tidak sama dengan sekolah-sekolah pada umumnya, namun mereka akan memperluas wawasan terkait budaya yang ada di masing-masing para-para adat, termasuk bahasa ibu/kampung yang kini hampir punah,” lanjutnya.
Hadirnya sekolah kampung ini bisa menyelamatkan generasi muda untuk lebih mengenal budaya yang merupakan jati diri sebagai anak adat Port Numbay.
“Kami percaya generasi yang mengenal budaya akan tumbuh menjadi generasi yang kuat dan mencintai tanah kelahirannya sendiri, dan yang tidak kalah pentingnya lagi tidak mudah terpengaruh dengan budaya luar yang dapat merubah konsep kehidupan mereka,” pungkasnya.
Sumber dana yang digunakan untuk mendukung sekolah Kampung ini dari DPA Dinas Pendidikan Kota Jayapura dan APBD masing-masing kampung. “Sekolah ini akan berlangsung 24 kali pertemuan sampai selesai. Kita juga rencananya bukan cuma dua kampung saja, nanti 10 kampung adat ini harus ada sekolah kampung juga,” tuturnya.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…
Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…
Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…
Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…