Categories: MERAUKE

Pemprov Papua Selatan Bentuk Forum Energi Daerah

MERAUKE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menggandeng Global Green Growth Institute (GGGI) dan para pemangku kepentingan lainnya melalui kerjasama membentuk Forum Energi Daerah Papua Selatan. Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu mengatakan, Papua Selatan sebagai provinsi baru terbentuk, sudah saatnya memikirkan bagimana memajukan provinsi ini.

Ia menyebut, lebih banyak masyarakat di provinsi itu masih dalam keterisolasian, sulit dijangkau, infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) juga tidak lengkap.

“Itu menjadi pergumulan bagi kami bagaimana berkompetisi dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia,” kata Sekda Ferdinandus mewakili Gubernur Apolo membuka Kick-Off Pembentukan Forum Energi Daerah Papua Selatan, implementasi Perdasi RUED Nomor 6 Tahun 2025 di ruang rapat Kantor Gubernur Papua Selatan di Salor, Rabu (29/4).

Ferdinandus mengatakan, sebagai provinsi baru dimekarkan, tentunya membutuhkan kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah. Dalam daerah, juga harus membangun kolaborasi dan administrasi yang baik.

Dari sisi energi, kata dia, Papua Selatan memiliki potensi yang kaya, maka kalau tidak memulai untuk mengelola potensi itu, tidak akan pernah dirasakan oleh rakyat.

Papua Selatan mempunyai tanggung jawab besar dalam membangun tata kelola energi, tentunya yang kuat dan berkelanjutan.

Menurutnya, pemerintah provinsi berkomitmen melalui pengesahan Perdasi Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Nomor 6 Tahun 2025, namun demikian tidak cukup dengan regulasi.

“Kita memerlukan platform kolaboratif yang dapat mengkolaborasikan seluruh pemangku kepentingan,”ujarnya.

Sekda Ferdinandus menyebut, forum energi daerah Papua Selatan ini merupakan langkah strategis yang diinisiasi bersama.

Forum ini diharapkan menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk saling berbagi, berinteraksi dan berkolaborasi dalam membahas berbagai tantangan terkait energi.

“Kita mewujudkan ini dengan komitmen yang ada, dan tentunya sejalan,” jelasnya.

Dikatakan, kapasitas SDM Papua Selatan perlu ditingkatkan, karena sampai saat ini masih sangat rendah. Karena itu, perlu kolaborasi bersama, tapi juga harus memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat Papua Selatan. Disebutkan, hingga kini sudah banyak masyarakat yang memanfaatkan listrik namun sama sekali tak ada manfaat ekonomi. Kebanyakan listrik dipakai sebagai sesuatu yang positif sehingga habis begitu saja, demikian juga dengan solar sel.

“Kami Pemerintah sangat terbatas untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dan isu-isu yang terjadi di daerah,”kata dia.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Ketergantungan Pasokan Luar Picu Gejolak Harga Pangan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua menilai tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah…

1 day ago

Aset Kendaraan Dinas Pemprov Papua Masih Bermasalah

–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah…

1 day ago

Polisi Diminta Tindak Tegas Pungli di Ruas Jalan Wisata Skori–Puay

Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat…

1 day ago

“Bagi Orang Papua, Menjaga Sagu Sama Dengan Menjaga Kehidupan”

   Festival yang berlangsung di halaman Kantor DPR Papua dan Kampus Universitas Cenderawasih itu bukan…

1 day ago

Program Jemput Bola Dukcapil Capai Hasil Positif

Program jemput bola yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus menunjukkan…

2 days ago

Bukan Masalah Stok, Tapi Praktik Kecurangan yang Dibiarkan Masif

   Menurutnya, mata rantai penyalahgunaan Solar subsidi harus segera diputus karena dampaknya sudah sangat merugikan…

2 days ago