

Plt Sekda Kota Jayapura, Evert N Merauje saat menyerahkan bantuan kepada warga di sela giat Turkam beberapa waktu lalu. (foto:Takim/Cepos)
JAYAPURA-Polemik terkait rencana pemekaran kampung menjadi kelurahan di Distrik Muaratami beberapa waktu terakhir sempat menimbulkan aksi pemalangan di dua kampung, yakni Koya Tengah dan Holtekamp. Namun, kini aksi tersebut telah berakhir setelah adanya komunikasi intens antara pemerintah dan masyarakat.
Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura, Evert N. Merauje, menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo selalu berorientasi pada kepentingan jangka panjang masyarakat.
Karena itu, ia meminta masyarakat menyikapi setiap kebijakan dengan bijak dan tidak melakukan tindakan yang justru menghambat pembangunan.
“Ini merupakan niat baik Bapak Wali Kota untuk kemajuan dan perkembangan di Kota Jayapura, khususnya di Distrik Muara Tami. Tidak seharusnya masyarakat melakukan aksi palang-memalang,” ujar Evert saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos Minggu (21/9).
Menurutnya, wacana pemekaran empat kampung menjadi kelurahan di Distrik Muara Tami bukanlah keputusan yang diambil secara tergesa-gesa. Proses tersebut harus melalui kajian mendalam, mulai dari aspek sosial, ekonomi, hingga regulasi yang berlaku. Dengan begitu, pemekaran benar-benar didasarkan pada kebutuhan dan kelayakan wilayah, bukan sekadar keputusan sepihak.
Page: 1 2
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…