Categories: METROPOLIS

Wali Kota: Setop Lakukan Rapid Test!

Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM.,  (FOTO: Priyadi/Cepos)

*Dana Sudah Tak Ada Lagi, Tak Mungkin Hanya Fokus ke Covid-19 

JAYAPURA-Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM., meminta kepada Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, MM., dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura dr. Ni Nyoman Sri Antari, untuk mensetop melakukan rapid test massif kepada warga, karena jika dilakukan rapid test maka terus ada peningkatan warga yang reaktif dan mengarah positif Corona, karena saat ini yang masih gencar melakukan rapid test hanya Kota Jayapura sementara kabupaten lain di Papua tidak sehingga angka positif Covid tidak ada atau bertambah.

 Hanya saja jika memang ada warga yang sakit gejalanya mengarah ke Covid-19 bisa meminta dilakukan pemeriksaan kesehatan atau swab dan tahu hasilnya.

 Sementara saat ini rapid test sudah tidak ada lagi dan dana pemerintah dalam penanganan pencegahan Covid-19 Kota Jayapura sudah habis.

 “Saya sudah minta ketua tim gugus dan Kadis kesehatan kota untuk tidak lagi melakukan rapid test masif di seluruh wilayah Kota Jayapura, termasuk segera menghentikan pasien yang dirawat di hotel sahid (Rumah Sehat Kota Jayapura) yang dirawat di sana bagi yang perawatan ringan dan sedang, kami menunggu bantuan Pemprov kalau ada kita bisa diperpanjang sewa hotel itu, kalau dana itu ada sesuai dengan dana yang diturunkan ke Pemkot apakah itu satu atau dua bulan,’’katanya, Rabu (22/7) kemarin.

 Wali Kota juga sudah meminta tim gugus untuk masing-masing pasien melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing dan ditangani oleh masing-masing Puskesmas di wilayah Kota Jayapura, contohnya jika warga tinggal di daerah Entrop dilayani Puskesmas Twano Entrop, tinggal di Abe padang bulan ditangani Puskesmas Abepura.

 “Kami tidak tahu wabah ini kapan berakhir dan kami melihat terkuras habis dana untuk penanganan Covid, padahal dana juga untuk penanganan infrastruktur, Pendidikan, kesehatan, perekonomian, sosial ini juga perlu jalan, kalau kita terus fokus di wabah ini pembangunan di kota tidak jalan, untuk itu dana untuk wabah ini dihentikan dan kalau ada dana bantuan dari Pemprov Rp 18 miliar kita bisa lanjutkan dan diperpanjang karena dilihat  jika dirawat di hotel tempat kesembuhan juga tinggi, kalau yang berat di rujuk di beberapa rumah sakit,’’ungkapnya.

 Wali Kota juga minta  kadistrik, kelurahan, kampung, Ketua RT/RW agresif tidak tinggal diam selalu menyampaikan Protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.(dil/wen) 

newsportal

Recent Posts

Nasib RD di Persipura Belum Jelas

Kursi pelatih kepala Persipura Jayapura hingga saat ini belum jelas, alias masih lowong. Tim berjuluk…

9 hours ago

Gubernur Singgung Soal Benalu yang Ambil Keuntungan

Fakhiri menyatakan mengetahui soal "permainan lama" tersebut. “Barang itu saya tahu, gubernur-gubernur terdahulu kan membuat…

10 hours ago

MRP Minta Kewenangan Pengelolaan SDA Jangan Semua Oleh Pusat

Ketua MRP, Nerlince Wamuar, mengatakan rapat tersebut merupakan tindak lanjut amanat Pasal 20 ayat (1)…

11 hours ago

Rumah Dibangun Tahun 1921 Jadi Saksi Bisu Sebelum Indonesia Merdeka

PAPAN demi papan dilepas perlahan. Genting-genting tua diturunkan dari atap yang mulai rapuh. Beberapa warga…

12 hours ago

Kapolda: BKO Mabes Standby hingga Juli

Ia menjelaskan, keberadaan personel BKO masih diperlukan untuk mendukung upaya pemulihan keamanan pasca konflik yang…

13 hours ago

Gerayangi Murid, Oknum Guru Ngaji Diamankan Polisi

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga melalui Ps Kasi Humas Ipda Andre MSB dikonfirmasi membenarkan laporan…

14 hours ago