

JAYAPURA – Sudah sebulan lebih warga Kampung Yoka yang tinggal di pinggiran Danau Sentani masih ada yang bertahan di lokasi pengungsian lantaran air Danau Sentani masih menggenangi perumahan warga di kawasan tersebut.
Berdasarkan pantauan Cenderawasih Pos, kurang lebih terdapat 50 warga yang terdiri dari 18 kepala keluarga (KK) masih bertahan di dua Posko pengungsian. Salah satu penghuni Posko 2, Melianus Ansaka tepatnya di gereja GKI Ebenhaezer Yoka mengatakan masih ada delapan kepala KK yang masih bertahan di posko pengungsian. Lantaran air danau yang mengenangi rumah mereka belum juga surut.
“Sebelumnya ada kurang lebih 20 KK yang tempati Posko 2 ini, sebagian masyarakat sudah balik ke rumah masing-masing dan ada juga yang memilih untuk tinggal di keluarga, namun kami masi bertahan karena air di rumah kami masih belum surut juga,”kata Melianus Ansaka saat ditemui Cenderawasih Pos di posko pengungsian, Senin (22/4) kemarin.
Terkait kebutuhan sehari-hari, Melianus mengakui untuk saat ini di posko 2 masih tersedia beras walaupun sudah menipis, sementara mereka sendiri tidak tahu sampai kapan baru bisa kembali ke rumah mereka masing-masing. “Saat ini kami makan seadanya saja, kalau beras masih ada tetapi lauknya harus cari sendiri dan begitu juga air untuk minum,”jelasnya.
Selain itu juga Frans Ohe yang merupakan penghuni Posko 1 di salah satu Aula Kampung Yoka tersebut mengakui kurang lebih 3 hari terakhir dirinya bersama 9 KK yang lain tiap harinya harus mengeluarkan uang sendiri untuk kebutuhan makan dan minum. “Kami di sini masak masing-masing dimana tiap keluarga menganggarkan kebutuhan sehari-hari dengan biaya masing-masing,” kata Frans.
Selain itu terkait anak-anak sekolah yang masih dipengungsian ujar Frans, saat ini masih tetap bersekolah meski harus berada di tempat pengungsian. Dan pelayanan kesehatanpun bagi penghuni posko bisa mendatangi Puskesmas yang ada di Kampung Yoka.
“Yang kami butuhkan saat ini adalah bahan untuk membangun rumah seperti kayu, karena sejak terendam sebagian besar kayu yang ada dirumah kami sudah rapuh dan sangat berisiko untuk ditempati kembali,”tuturnya.
Tentu ini akan menjadi perhatian pemerintah dengan melihat apa yang dirasakan oleh masyarakat khususnya Kampung Yoka Distrik Heram yang sebagian rumah mereka masih terendam akibat meluapnya air Danau Sentani.(kim/wen)
Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…
Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…
Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…
Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…
Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…