Categories: METROPOLIS

Maksimalkan Pendapatan, DLH Butuh Fasilitas

JAYAPURA– Dinas Lingkungan Hidup Kota Jayapura dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) telah menetapkan besaran target penerimaan pengelolaan retribusi sampah domestik atau sampah rumah tangga senilai Rp 15 miliar. Namun, hingga saat ini  penerimaannya baru  mencapai sekitar Rp 40 juta lebih.

   Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jayapura,  Jece Mano mengatakan, untuk mencapai target itu memang dibutuhkan kerja keras terutama terkait dengan ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana yang mumpuni. Sebab, ketika bicara retribusi maka pemerintah sudah harus bisa  menyiapkan layanan yang baik.

  “Kami baru fokus pada lingkungan pemukiman, meskipun belum semua dan secara umum. Terutama yang kita lihat pelayanan dari dinasnya sudah bagus,  kemudian ketersediaan sarana dan prasarana juga sudah agak bagus.  Karena retribusi itu kan konsekuensinya kita harus memaksimalkan pelayanannya dulu,” kata Jece Mano, Kamis (20/6).

  Dia mengatakan, penarikan retribusi dan penetapan target itu memang baru dilakukan di tahun ini. Karena itu sosialisasinya pun baru mulai berjalan secara bertahap kepada masyarakat,  terutama  kawasan pemukiman warga yang memiliki potensi.

  Menurutnya, target Rp 15 miliar yang sudah ditetapkan untuk potensi retribusi sampah itu diputuskan berdasarkan kajian teknis dari pihaknya,  Bapenda, pihak kelurahan berdasarkan data dari pihak kelurahan itu sendiri.

  “Ini baru berjalan dari 2023, sosialisasi mulai bertahap kami lakukan dengan distrik dan kelurahan,  Bapenda kita  berbicara menentukan target,  berdasarkan data dari bapak ibu Lurah.

Karena mereka yang tahu jumlah KK-nya. Hitung-hitungannya itu kita sama-sama hitung,  bukan Dinas Lingkungan Hidup atau Bapenda saja,” jelasnya.

   Secara regulasi,  Retribusi persampahan domestik itu dilakukan berdasarkan peraturan daerah nomor 33 tahun 2023, tentang jasa usaha umum. Besarnya retribusi Rp 50.000 per KK setiap bulan. Selama ini  pelayanannya sudah jalan, namun memang pada daerah-daerah tertentu.

   “Itu kita menyadari bahwa belum semua, karena memang pertimbangannya akses kita ke sana,  fasilitasnya susah,  sehingga masyarakat yang datang untuk buang sampah pada tempat yang sudah kita siapkan, kita beri apresiasi untuk itu,” ungkapnya.

   Karena itu, pihaknya sangat optimis bahwa capaian retribusi sampah ini akan benar-benar maksimal apabila ke depan, ketersediaan fasilitas, sarana san prasarana sudah semakin baik. Karena itu juga secara bertahap, pihaknya akan memperbaiki semua fasilitas dan sarana prasarana termasuk SDM-nya, sehingga ke depan penerimaan retribusi dari pengelolaan sampah tersebut bisa maksimal sesuai harapan. (roy/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Wali Kota: Awasi Pembangunan di Kawasan Rawan Bencana!

  Perhatian tersebut terutama menyangkut aktivitas pembangunan di kawasan yang memiliki potensi rawan bencana, seperti…

5 hours ago

Jangan Biarkan Warga Sipil Jadi Korban Konflik

  Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) memberikan perhatian serius terhadap pernyataan-pernyataan yang disampaikan…

6 hours ago

Layanan Publik Harus Tepat Waktu dan Bebas Pungli

   Abisai menegaskan, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten sesuai standar dan waktu yang…

10 hours ago

Pemprov Bentuk Tim Aset Untuk Tangani Sengketa Tanah

  Gubernur Papua, Matius Fakhiri mengatakan, pembentukan tim dilakukan untuk memastikan kejelasan status dan riwayat…

10 hours ago

Perkuat Tata Kelola Daerah, Pemprov Bentuk Tiga OPD Baru

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membentuk tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru sebagai bagian dari upaya…

17 hours ago

Tiga Ruangan Baru di RSUD Wamena Diresmikan

Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…

18 hours ago