Menurut Prof Ave, pembangunan nasional pada dasarnya memiliki tujuan baik untuk masa depan masyarakat. Namun, percepatan pembangunan tidak boleh mengabaikan proses adaptasi masyarakat adat yang membutuhkan waktu panjang untuk menyesuaikan diri dengan perubahan sosial dan ekonomi.
Ia mengingatkan bahwa hilangnya tanah adat akibat pembangunan dapat memicu keterasingan masyarakat adat dari lingkungan dan kebudayaannya sendiri.
“Kalau masyarakat tradisional tiba-tiba digusur dari tanahnya, lalu dipaksa masuk ke sistem ekonomi modern tanpa proses penyesuaian, mereka akan merasa terasing dan akhirnya muncul penolakan,” ujarnya.
Prof Ave juga menyoroti keterlibatan aparat keamanan dalam sejumlah proyek PSN di Papua. Ia menilai masyarakat adat seharusnya lebih banyak dilibatkan dalam pembangunan dibanding hanya menjadi penonton. “Pembangunan itu tujuannya untuk masyarakat. Maka partisipasi masyarakat harus dilakukan. Jangan hanya top-down dari pemerintah,” katanya. (fia/rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Dari total 7.813 ASN yang tercatat di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, jumlah pegawai yang mengikuti…
Otoritas gereja Katolik tersebut menyatakan menerima laporan mengenai lonjakan korban jiwa, pengungsian massal, kerusakan fasilitas…
Kali ini, Ia meminta agar TP PKK yang ada di tingkat distrik ikut memberikan perhatian…
Tim kolaborasi film menyatakan sejak awal seluruh dana tiket sukarela memang diperuntukkan bagi warga yang…
Gaya hidup sedentari merujuk pada pola hidup dengan sangat sedikit aktivitas fisik sepanjang hari. Kemajuan…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo melalui Kepala Biro Pemerintahan dan Otsus Setda Papsel Karmin Eko…