Categories: METROPOLIS

Dua Bulan, Realisasi PAD Papua Capai Rp 56,9 Miliar

JAYAPURA – Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Pemerintah Provinsi Papua, mencapai 11,05 persen atau setara dengan 56,9 miliar dari target PAD Tahun 2025 sebesar Rp 515,4 miliar lebih. Capaian tersebut berdasarkan data Rekap Bapenda hingga Februari 2025.

  Plt Kabid Pajak Bapenda Provinsi Papua, Ardy Bengu menyatakan, ada empat komponen PAD yaitu pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang sah dan lain lain PAD yang sah.

   “Realisasi PAD 56,9 miliar terdiri dari penerimaan pajak daerah, retribusi daerah dan komponennya. Mesti didalami kenapa realisasi PAD baru mencapai 11,05 persen,” kata Ardy saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (20/3).

   Kata Ardy, agar PAD bisa terealisasi dari target yang ditetapkan. Yang perlu dilakukan adalah dari sisi pajak daerah berupaya meningkatkan kepatuhan dan kesadaran wajib pajak, terutama  di sektor pajak kendaraan bermotor.

   “Berdasarkan data-data dari Samsat, masih banyak yang menunggak pembayaran pajak. Untuk itu, perlunya mendorong wajib pajak patuh dan sadar membayar pajak,” ujarnya.

   Selain itu, salah satu cara untuk meningkatkan PAD Papua adalah memaksimalkan aset-aset milik Pemprov yang selama ini dikuasai oleh pihak lain. “Aset-aset Pemprov direbut kembali dari penguasaan pihak ketiga untuk bisa dikelola agar bisa menghasilkan PAD, salah satu aset yang sudah kita ambil alih dan sudah beroperasi adalah PPI Hamadi yang menyetorkan pendapatan retribusi daerah,” terangnya.

   Sambung Ardy, upaya lainnya peningkatan PAD adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Seperti pelayanan pembayaran pajak dengan mempermudah pembayar pajak.

   Sedangkan yang perlu didorong agar PAD bisa tercapai yaitu diperlukan kontribusi dari organisasi perangkat daerah (OPD), dalam hal ini bukan hanya Bapenda semata yang berpikir untuk meningkatkan PAD. Tetapi harus didukung penuh dari OPD lainnya atau OPD penghasil.

   “Dengan dukungan para OPD, bisa meningkatkan penerimaan PAD. Sebab, ada siklus dimana PAD kita menurun yang disebabkan oleh hari libur yang panjang,” pungkasnya. (fia/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Tiap Kampung Adat Punya Ciri Khas, Tidak Bisa Dijual Sembarangan

Sesekali, ketika lelah menyapa, beberapa mama berdiri, menggoyangkan tubuh mengikuti irama musik, tawa pecah seketika.…

23 hours ago

Kantor Dipalang, Pelayanan Dialihkan ke Rumah Pribadi

Kantor Distrik Sentani kembali dipalang oleh pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan, Kamis (23/4). Aksi…

1 day ago

Berharap Ada Anak Selatan Papua Masuk Pembinaan Timnas Futsal

Seleksi dilakukan langsung Pelatih Kepala Timnas Futsal Putra Indonesia Hector Souto. Pelatih asal Spayol ini…

1 day ago

BBPJN Tangani Longsor di Ruas Jalan Trans Papua Segmen Yetti-Mamberamo

Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Balai Jalan (PJN) Wilayah II pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional…

1 day ago

KONI Audiens denan Gubernur Papsel Bahas Persiapan Pra-PON

Audiensi tersebut untuk membahas persiapan menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) sekaligus menyampaikan laporan persiapan…

1 day ago

Respon Cepost Polres Jayapura Bongkar Pemalangan

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Jayapura Iptu Slamet…

1 day ago